Minuman Segar Merambah Menu Restoran Cepat Saji
- 30 Apr 2026 16:07 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Tren terbaru di industri makanan cepat saji bukanlah burger atau kentang goreng, melainkan minuman bernama "Refreshers". Meski namanya sama, setiap gerai menghadirkan versi yang berbeda. Ada yang berkafein tinggi seperti di Starbucks dan Dunkin', ada pula yang tanpa kafein seperti di Panera. Sonic bahkan menawarkan pilihan bersoda atau tidak.
Menurut Maeve Webster, Presiden konsultan Menu Matters, kategori ini sengaja tidak didefinisikan secara ketat agar rantai restoran memiliki "ruang inovasi yang luas".
David Henkes, Senior Principal di Technomic, menyebut minuman ini sebagai "kemewahan yang terjangkau" di tengah gaya hidup pelanggan yang mulai berhemat untuk makan di luar. Data Technomic menunjukkan bahwa penjualan di jaringan yang fokus pada minuman dan camilan melonjak 8,1% tahun lalu, sementara jaringan burger hanya tumbuh 0,2%.
Refreshers menyasar konsumen sore hari yang mulai mengurangi asupan kopi. Kelompok muda juga beralih dari minuman panas ke minuman dingin berwarna cerah yang dianggap memiliki "lingkaran kesehatan". Namun, Webster mengingatkan bahwa meskipun mengandung buah, minuman manis ini belum tentu lebih sehat.
Claire Conaghan, peneliti tren dari Datassential, menjelaskan bahwa asal-usul refreshers sebenarnya adalah Arnold Palmer—campuran es teh dan limun. Starbucks menjadi pelopor pada 2012 untuk menjangkau pelanggan yang tidak minum kopi atau teh. Kini, penjualan tahunan Refreshers Starbucks mencapai US$2 miliar di AS.
Dunkin' juga mencatat pertumbuhan dua digit dalam empat tahun terakhir. Bahkan Swig, jaringan asal Utah, membiarkan pelanggan meracik refreshers berbasis air mereka sendiri. CEO Swig, Alex Dunn, mengatakan minuman ini menarik perempuan muda usia 16-35 tahun yang sadar kesehatan.
Datassential memperkirakan kehadiran "refreshers" di menu AS akan tumbuh hampir 130% dalam empat tahun ke depan, terutama versi dengan sedikit atau tanpa kafein.
McDonald's pun mulai bergabung. Mulai 6 Mei, tiga varian refreshers (Strawberry Watermelon, Mango Pineapple) akan hadir di menu AS sebagai bagian dari perubahan permanen pada pilihan minuman bersoda mereka. CEO McDonald's, Chris Kempczinski, mengatakan bahwa minuman telah menjadi salah satu dari tiga kategori menu inti perseroan, selain daging sapi dan ayam.
Langkah ini diharapkan dapat merebut kembali konsumen muda yang beralih ke jaringan seperti Dutch Bros atau 7 Brew. Dengan harga jual yang lebih tinggi daripada minuman biasa dan margin keuntungan yang bisa mencapai 80% (karena harga jual bisa menembus US$10), refreshers adalah peluang emas di tengah kenaikan harga bahan pangan berprotein.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....