Dari Nol hingga Ratusan Merek: Kisah Dwi Sartono Bangun Empat Pabrik

  • 28 Feb 2026 17:43 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Bermodal tekad dan keyakinan pada rezeki, seorang pria asal Sragen, Bapak Dwi Sartono, sukses membangun kerajaan bisnis herbal Naturafit Group dari bawah. Perjalanan inspiratifnya selama 19 tahun terungkap dalam sebuah video podcast yang kini viral, memberikan pelajaran berharga tentang integritas, spiritualitas, dan strategi bisnis yang tak biasa.

Pria yang lahir dari keluarga pembatik ini memulai usahanya pada 2006 dari titik nol. Saat ditugaskan mengajar di Sulawesi, ia nekat merintis usaha herbal tanpa modal. Ia mulai dengan mendatangkan produk dari Jawa, lalu memproduksi sendiri secara manual dengan bahan baku hanya 1-2 ons. Uang hasil penjualan langsung diputar kembali untuk modal produksi selanjutnya.

Kini, setelah hampir dua dekade, Naturafit Group menjelma menjadi perusahaan manufaktur besar dengan lebih dari 150 karyawan. Berdiri secara resmi sejak 2007, perusahaan yang berlokasi di Sragen ini telah memproduksi lebih dari 300 merek (brand) melalui sistem maklon . Yang menarik, perusahaan ini memegang teguh filosofi unik: "Rezeki itu bisa di-copy, tapi enggak bisa di-paste." Prinsip inilah yang membuat Dwi Sartono tidak takut membantu mitranya berkembang, bahkan hingga mereka mampu membangun pabrik sendiri .

Kesuksesan Naturafit dibangun di atas nilai-nilai inti yang disebut CERDAS: Customer First, Efektif & Efisien, Responsif, Disiplin, Amanah, dan Syari. Penerapan nilai "Syari" inilah yang menjadi fondasi utama. Dwi Sartono meyakini bahwa mematuhi aturan agama adalah jalur utama menuju kelapangan hidup, dan melanggarnya hanya akan menyempitkan bisnis.

Sebagai wujud tanggung jawab sosial, ia mendirikan sekolah (Kuttab) gratis setingkat SD untuk anak-anak karyawan dan warga sekitar. Di sisi lain, kehidupan pribadinya juga menarik perhatian. Dengan empat istri, ia menerapkan prinsip keadilan secara ketat, bahkan membangun rumah impian yang setara untuk masing-masing istri dan menggaji istri yang membantu bisnis sebagai karyawan profesional.

Rekomendasi Berita