Tinggalkan Karir di Jakarta Demi Bangun Kafe di tengah Sawah
- 28 Feb 2026 17:20 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Kisah inspiratif datang dari pasangan suami istri, Halal dan Intan, yang sukses membangun bisnis kuliner Resonansi di Yogyakarta. Perjalanan mereka membuktikan bahwa tekad dan cita-cita bersama mampu mengalahkan segalanya, termasuk meninggalkan karier mapan.
Ide bisnis ini lahir dari obrolan sederhana saat mereka masih berpacaran di Solo. Mereka membayangkan memiliki rumah asri dengan kedai kecil sebagai tempat bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Mimpi itulah yang kemudian mendorong Halal, yang sebelumnya berkarir sebagai arsitek di Jakarta selama hampir lima tahun, untuk memutuskan pindah ke Jogja pada 2017 dan memulai segalanya dari awal.
Resonansi akhirnya hadir pada 2021 di tengah pandemi, bermula dari sebuah angkringan modern. Perjalanan mereka tidak mudah. Di masa-masa sulit saat merenovasi tempat dan membangun rumah, Halal pernah mengalami titik terendah dengan isi dompet hanya Rp5.000. Tanpa latar belakang kuliner, ia pun belajar otodidak membuat mi dan roti melalui YouTube dan buku untuk menciptakan produk ramen dan burger khas buatan sendiri.
Nama Resonansi sendiri dipilih karena filosofinya yang dalam. "Seperti prinsip fisika, kami ingin mengeluarkan frekuensi positif yang dapat menarik energi serupa dari para tamu," ujar Halal. Bagi mereka, bisnis bukan sekadar profit, tetapi juga tentang kenyamanan hati, waktu bersama keluarga, dan kebermanfaatan bagi lingkungan. Pendekatan ini terbukti ampuh. Resonansi berkembang pesat secara organik tanpa iklan berbayar, murni dari promosi mulut ke mulut berkat kualitas produk dan pelayanan yang hangat.
Keberhasilan mereka sempat memicu isu miring sebagai tempat pencucian uang. Namun, pasangan ini menanggapinya dengan santai. Pelanggan setia yang menyaksikan langsung perjuangan mereka di balik layar kerap menjadi pembela.
Beberapa kutipan inspiratif dari mereka pun patut direnungkan. Tentang ketenangan hati, mereka berkata, "Duit itu iso digoleki, cuman hati tentram itu angel golekane." Mengenai waktu dan kebersamaan, mereka menambahkan, "Yang enggak bisa kita kembalikan adalah waktu." Tentang hubungan suami istri dalam bisnis, mereka mengaku, "Ada bonding yang mungkin dulu tidak kita rasakan, tapi muncul di sini."
Bagi pasangan ini, Resonansi adalah wadah untuk menyalurkan visi bersama. Mereka juga memiliki pandangan bijak tentang masa depan anak, "Mimpinya orang tua itu enggak harus selalu diteruskan sama anak. Biarkan anak kita bermimpi sendiri."