Kisah Sukses Weliyan Tanoyo: Dari Garasi ke Digifolium
- 31 Jan 2026 10:34 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Weliyan Tanoyo, Founder Digifolium, membagikan perjalanan hidup dan bisnisnya yang penuh tantangan dalam sebuah podcast. Kisahnya berawal dari masa kecil yang sangat sulit, hingga akhirnya sukses membangun agensi marketplace yang telah membantu ribuan UMKM mengembangkan toko online mereka.
Kehilangan ayah sejak usia 3 tahun, Weliyan dibesarkan oleh ibu yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Ia pun tumbuh dengan membantu berbagai pekerjaan rumah majikan, mulai dari tukang kebun hingga cuci mobil, dengan uang saku yang sangat minim. Makan nasi dengan garam dan diperlakukan berbeda menjadi bagian dari kisah pahitnya. Meski tertinggal secara fasilitas, tekadnya kuat: "Enggak punya enggak apa-apa, tapi saya harus lebih bisa mengoperasikan komputer."
Setelah lulus SMK Farmasi, Weliyan sempat bekerja di klinik dengan gaji pas-pasan. Dorongan ibunya untuk hidup mandiri memaksanya mencari penghasilan tambahan dengan berjualan herbal online via Kaskus dan awal-awal marketplace seperti Tokopedia. Namun, kenyamanan berjualan di forum membuatnya terlambat beradaptasi dengan tren marketplace yang sedang naik. Akibatnya, di sekitar tahun 2016, ia mengalami masa "bangkrut", bahkan harus tinggal di garasi kecil bersama istri dan dua anaknya.
Kesulitan itu menjadi titik balik. Weliyan giat belajar melalui workshop dan buku. Sebuah pertemuan dengan penerbit buku bisnis membawanya ke dunia pengajaran kelas marketplace. Dari sinilah, banyak peserta yang meminta jasanya untuk mengelola toko mereka. Awalnya hanya dikerjakan tim kecil, permintaan yang membeludak memaksanya menata sistem. Lahirlah Digifolium, agensi yang secara khusus membantu UMKM mengelola toko di berbagai platform seperti Shopee, TikTok Shop, dan Lazada.
Weliyan merumuskan strategi "Open BO Mas" (Bisnis Online/Bisnis Offline/Branding Online/Branding Offline, Marketing-Advertising-Selling) untuk membesarkan bisnis. Ia juga menekankan pentingnya membangun database pelanggan sendiri agar tidak tergantung sepenuhnya pada platform.
Di balik kesuksesan bisnis, Weliyan menanamkan nilai spiritual dan budaya kerja positif di Digifolium. Lingkungan kantor yang mendukung aktivitas keagamaan dibangun untuk menjaga keseimbangan kerja dan ibadah karyawannya, yang banyak berasal dari lulusan baru dan santri.
Weliyan memiliki visi ganda: membantu UMKM naik kelas digital sekaligus membuka lapangan kerja yang layak bagi generasi muda. Tantangan utama yang dihadapi adalah ekspektasi klien yang ingin hasil instan dengan budget terbatas, serta derasnya perkembangan teknologi seperti AI. Namun, dengan komitmen untuk terus belajar dan dukungan spiritual yang kuat, Weliyan beserta tim Digifolium terus berupaya memberikan kontribusi nyata bagi ekosistem UMKM Indonesia.
Weliyan menutup sharing-nya dengan rumus motivasi "BISA":
- B (Butuh): Ingatlah kebutuhan yang harus dipenuhi.
- I (Ingin): Pegang teguh keinginan dan cita-cita mulia.
- S (Sukai): Cintai pekerjaan yang dilakukan.
- A (Amal/Allah/Akhirat): Niatkan segala usaha untuk mencari ridha Allah dan bekal amal.
Dengan prinsip ini, ia berharap semangat berwirausaha dapat tumbuh dengan pondasi yang kuat, tidak hanya mengejar materi, tetapi juga keberkahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....