Dokter Tirta Ungkap Sisi Gelap Bisnis Medis Indonesia

  • 31 Jan 2026 08:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Merespon viralnya dokter yang menjual atau mereview produk skincare di TikTok, dr. Tirta menyoroti sisi gelap yang mengintai di balik industri medis Indonesia. Ia menyinggung konflik generasi dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan kompleksitas hubungan antara profesi kedokteran dengan bisnis.

"Skincare jualan terang-terangan di TikTok, tapi sejawat jualan diam-diam di balik praktik—itu lebih berbahaya!" tegasnya dalam podcast Malaka Project edisi Bisnis Gelap Dokter & Perusahaan Farmasi yang dibawakan oleh Ferry Irwandi dan Coki Pardede.

Diskusi mengalir ke perbedaan spesialisasi, seperti Dermatologis dan Dokter Estetika, serta sumber pendapatan klinik yang berasal dari konsultasi, obat resep, hingga produk kosmetik non-resep. dr. Tirta mengkritik cepatnya break-even point produk non-resep yang rawan overclaim.

Soal etika, ia menegaskan dokter boleh berbisnis produk non-kesehatan, namun harus menghindari konflik kepentingan dengan pasien. Sayangnya, organisasi profesi dinilai lemah dalam menegakkan aturan.

Bahasan paling krusial adalah potensi kolusi diam-diam antara dokter dan perusahaan farmasi, seperti resep obat mahal demi komisi, yang mengorbankan kepercayaan pasien. dr. Tirta berharap generasi muda dokter yang lebih idealis dapat membawa perubahan.

Podcast ini mengajak publik kritis terhadap praktik medis dan memahami batasan etika profesi yang seharusnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....