Bocah Tulungagung Ekspor Ikan Hias ke 5 Negara

  • 31 Jan 2026 08:08 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung - Muhammad Alvin Bagus Mahindra (20) membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk menjadi eksportir. Pemuda asal Tulungagung, Jawa Timur, ini sukses membangun bisnis ikan hias yang merambah lima negara, berawal dari jualan layangan saat masih duduk di bangku SD.

Dalam podcast Pecah Telur berjudul Bangun Bisnis Sejak SMP, Kini Raup Omzet 20 Juta di Usia 20 Tahun, Alvin menuturkan perjalanan bisnisnya yang dimulai secara iseng. Saat kelas 6 SD, ia memasang foto layangan buatan teman di Facebook dan langsung mendapat pesanan 70 buah. Bakat wirausaha itu terus berkembang. Di kelas 2 SMP (2017), ia mulai membantu menjual ikan hias milik orang lain via Facebook dan WhatsApp, sebelum akhirnya memiliki stok dan kolam sendiri.

Kunci suksesnya terletak pada adaptasi dan kejujuran. Alvin berpindah dari Facebook ke TikTok setelah platform pertama kerap memblokir unggahan makhluk hidup. Strategi kontennya fokus pada video kolam pribadinya untuk membangun kepercayaan, tanpa menampilkan wajah agar pembeli mengira usianya lebih matang.

Konsistensi itu membuahkan hasil. Selama pandemi COVID-19 (2021-2023), bisnisnya melejit. Ia mulai mengekspor ikan koi dan koki ke Argentina, Maldives, India, dan Amerika, dengan pengiriman rutin 700-1.000 ekor per kali. Alvin memilih bekerja langsung dengan perusahaan ekspor di Tangerang untuk efisiensi biaya, dan melakukan proses packing sendiri dengan sistem tiga lapis plastik dan oksigen.

Di balik kesuksesan ekspornya, Alvin tetap memegang filosofi sederhana: kejujuran. Prinsip "apa adanya" inilah yang ia klaim menjadi rahasia bisnisnya berjalan tanpa komplain selama 7-8 tahun.

"Intinya kalau jualan itu harus jujur. Apa adanya. Kalau adanya gini ya harus bilang gini," tutur Alvin, memberikan pesan untuk para pemula yang ingin terjun ke bidang serupa.

Dari bisnis ikan hiasnya yang menawarkan puluhan varian seperti koki mutiara dan oranda, Alvin kini mengantongi omzet bersih Rp10-20 juta per bulan. Keuntungannya ia reinvestasikan untuk pengembangan kolam dan tabungan, membuktikan bahwa dengan konsistensi dan integritas, bisnis dari desa pun bisa go internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....