Strategi DCA Bitcoin ala Konglomerat Gen-Z Steven Anderson
- 28 Des 2025 13:27 WIB
- Bandar Lampung
Dalam episode terbaru podcast Kasisolusi, Steven Anderson membagikan analisis mendalam tentang investasi Bitcoin. Pembahasan berfokus pada volatilitas terkini, prediksi titik terendah (bottom) harga, serta strategi Dollar Cost Averaging (DCA) untuk investor jangka panjang. Steven menekankan, seluruh konten ini merupakan dokumentasi pengalaman pribadi, bukan saran finansial.
Steven memetakan siklus Bitcoin menggunakan "Bitcoin Halving Clock", di mana setiap jam mewakili 60 hari. Menurutnya, posisi Desember 2025 berada di sekitar jam 10, setelah all-time high di jam 09 (Desember 2024). Ia memprediksi pergerakan menuju bottom di sekitar jam 15, yaitu pada Oktober-November 2026, dengan perkiraan harga Rp60-70 juta.
Prediksi ini didukung beberapa indikator, seperti PMI yang menunjukkan kondisi undervalued, rata-rata harga beli Michael Saylor (~Rp74 juta), serta data open interest futures.
Steven menceritakan pengalamannya mencicil Bitcoin hingga momen "red cut" dan menjual di level Rp100 juta. Prinsipnya bukan "Bitcoin maxi", tapi "cuan maksimalis".
Strategi yang ia sarankan adalah:
- Spot Only: Berinvestasi pada aset secara langsung, bukan produk futures.
- Hold Jangka Panjang: Siklus historis 4 tahun cenderung menguntungkan.
- DCA Dinamis: Bagi modal menjadi beberapa bagian. Beli setiap harga turun 4-5%, layaknya mencicil emas. Contoh: dari Rp88 juta, Rp84 juta, hingga target Rp62 juta.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....