Grand Alexandria Garden Pelopor Hunian Hijau Sumatera
- 10 Des 2025 16:04 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandarlampung: Perumahan subsidi Grand Alexandria Garden di Sabau Balau, Lampung Selatan, mencatat sejarah sebagai hunian pertama di Sumatera yang mengusung konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH), sebuah perumahan subsidi Grand Alexandria Garden di Sabau Balau, Lampung Selatan, Provinsi Lampung, menjadi yang pertama di Sumatera yang menerapkan konsep Bangunan Gedung Hijau (BGH).
“Untuk wilayah Sumatera, pengajuan BGH pada hunian baru dilakukan oleh Perumahan Grand Alexandria Garden. Di Bangka dan Sumatera Selatan memang sudah ada BGH, namun untuk bangunan kampus dan perkantoran. Jadi ini yang pertama untuk rumah tinggal,” ujar Azis F. Sangadji, Sekretariat BGH Kementerian PUPR, saat diwawancarai di sela Penilaian Kinerja BGH Grand Alexandria Garden di Rumah Makan Kayu, Bandar Lampung, Rabu (10/12/2025).
Menurut Azis, sejumlah prinsip bangunan hijau telah diterapkan di lapangan meski perumahan ini masuk kategori subsidi.
“Tidak banyak pengembang rumah subsidi yang bersedia didorong menerapkan konsep hijau,” lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa BGH memiliki dua pendekatan utama: regulasi dan komitmen lingkungan. Grand Alexandria Garden disebut menjadi pioner hunian BGH di Sumatera. Hingga kini, sertifikasi BGH baru diterapkan di beberapa wilayah seperti Garut, Bandung, Purwakarta, Serang, dan Kuningan.
“BGH memiliki parameter penilaian seperti pengolahan tapak, efisiensi energi, konservasi air, kualitas udara dalam ruangan, penggunaan material ramah lingkungan, serta pengelolaan sampah dan limbah. Dua yang paling mendasar adalah konservasi energi dan air,” katanya.
General Manager Grand Alexandria Garden, Tassya Alexandra Putri, menyebut pihaknya akan membangun total 260 unit rumah subsidi di Sabau Balau.
“Saat ini sudah terbangun 84 unit. Selain di Sabau Balau, kami juga mengembangkan proyek di Bandar Jaya dan Negeri Sakti,” ucapnya.
Tassya menambahkan meski berstatus subsidi, pihaknya ingin menciptakan hunian yang benar-benar layak bagi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya sekadar membangun. Material harus sesuai standar, konsepnya ramah lingkungan, dan ada penghematan energi,” ujarnya.
“Melalui konsep ini kami ingin mengubah pandangan rumah subsidi dibuat asal-asalan. Justru BGH ini membuat kualitasnya melampaui spesifikasi standar,” kata Tassya.
Rumah subsidi di Grand Alexandria Garden memiliki luas lahan 72 meter persegi dengan harga sekitar Rp150 juta per unit, sesuai ketetapan pemerintah.
“Kami mendukung program pemerintah membangun 3 juta rumah berkualitas bagi masyarakat,” tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....