3 Langkah Keluar dari Jerat Sandwich Generation
- 09 Des 2025 15:06 WIB
- Bandar Lampung
Podcast "#DariNol" yang diasuh Theo Derick bersama perencana keuangan Billy Tanhadi mengupas tuntas cara lepas dari jerat sandwich generation. Fenomena ini menjerat individu usia produktif—yang mencapai sekitar 47% di Indonesia—yang harus membiayai hidup orang tua, pasangan, dan anak secara bersamaan, sering kali dengan pendapatan sangat terbatas.
Billy Tanhadi menjelaskan, akar masalahnya berlapis: mulai dari kondisi ekonomi, pernikahan antarkeluarga dengan kondisi finansial serba terbatas, hingga kurangnya literasi keuangan yang turun-temurun di keluarga menengah ke bawah.
Untuk keluar dari lingkaran ini, tiga langkah konkret disarankan:
- Tingkatkan Earning Power: Jadikan peningkatan kemampuan menghasilkan uang sebagai prioritas mutlak, meski harus bekerja ekstra.
- Terapkan "Toksik Finansial" Sementara: Bersikap sangat hemat dan menjadi "money hoarder" untuk hal-hal tidak perlu demi mengumpulkan likuiditas ekstra.
- Bangun Pondasi, Hindari Risiko: Hindari investasi berisiko tinggi dulu. Fokus pada asuransi kesehatan orang tua dan tabungan darurat hingga kondisi keuangan benar-benar kuat.
Komunikasi terbuka dengan orang tua juga krusial. Beri bantuan yang terukur sesuai kemampuan, hitung kebutuhan pokok mereka, dan pantau penggunaannya. "Itu hak pemberi," tegas Billy.
Dua kutipan kunci dari podcast ini patut direnungkan:
- "Anak itu tidak berhutang budi karena kita yang memilih untuk membesarkannya."
- "Cara paling cepat bertambah kaya adalah menikahi orang kaya," yang dimaknai sebagai pentingnya memutus rantai dengan tidak menikahi sesama sandwich generation.
Dengan langkah sistematis dan perubahan pola pikir, beban multidimensi sandwich generation bisa diurai secara bertahap.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....