Ribuan Warga Demo Balai TNWK, Tuntut Hentikan Konflik Gajah
- 13 Jan 2026 11:27 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Lampung Timur: Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Desa Penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) menggelar aksi unjuk rasa di Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa pagi, 14 November 2026. Aksi tersebut merupakan bentuk protes atas konflik berkepanjangan antara gajah liar Way Kambas dan masyarakat desa penyangga.
Massa aksi melakukan long march menuju Balai TNWK sambil membawa sejumlah poster berisi tuntutan. Poster-poster tersebut di antaranya bertuliskan “Stop Konflik Gajah dan Manusia”, “Kami Bukan Memusuhi Gajah, Kami Hanya Ingin Melindungi Ladang Kami”, hingga “Jika TNWK Tidak Bisa Menjalankan Makna Konservasi, Pulangkan Gajah ke Asalnya”.
Dalam aksi tersebut, massa juga mengusung foto almarhum Darusman, Kepala Desa Braja Asri, yang tewas akibat diamuk gajah liar Way Kambas saat berupaya menggiring gajah keluar dari lahan pertanian warga pada akhir Desember 2025.
Salah seorang orator, Eko Waluyo, dalam orasinya menyampaikan bahwa kedatangan warga ke Balai TNWK bertujuan untuk menuntut keadilan atas kerusakan lahan pertanian yang selama ini dialami masyarakat desa penyangga.
Dia mengatakan, masyarakat desa penyangga tidak pernah memusuhi satwa gajah. Namun, warga hanya ingin melindungi sumber penghidupan mereka dari kerusakan akibat konflik yang terus berulang.
“Gajah itu hewan yang hidup bersama kami. Kami tahu bagaimana cara hidup berdampingan. Kami tahu kami bisa melindungi gajah, bahkan kami tahu jika kami mau menyakiti gajah kami bisa di hukum. Tapi sampai hari ini kami tidak pernah menggunakan senjata atau cara-cara yang membahayakan gajah,” tegasnya.
Ia menambahkan, melalui aksi tersebut masyarakat hanya meminta satu hal, yakni penghentian konflik antara manusia dan gajah secara nyata dan berkelanjutan.
“Melalui aksi ini, kami hanya minta satu: stop konflik. Kami sudah bersabar selama ini. Jangan sampai kesabaran kami habis. Jangan ditunggu kesabaran kami benar-benar habis,” ucap Eko.
Orator lainnya, Budi, menyampaikan konflik antara satwa gajah Way Kambas dan masyarakat desa penyangga telah berlangsung puluhan tahun tanpa penyelesaian yang jelas.
“Kami dari lahir sudah berkonflik dengan gajah. Kepala desa kami jadi korban, orang tua kami jadi korban. Kami tidak ingin jadi korban lagi. Lahan pertanian kami terus dirusak oleh gajah,” ujarnya.
Aksi unjuk rasa tersebut mendapat pengamanan dari Kepolisian Resor Lampung Timur dan Kodim 0429 Lampung Timur. Aparat berjaga untuk memastikan jalannya demonstrasi berlangsung aman dan tertib.
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati mengapresiasi massa aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai.
“Kami yang berjaga mengawal semuanya. Silakan sampaikan orasi dan keluh kesahnya, sampaikan semuanya dengan tertib dan aman,” imbaunya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....