Warga Way Haru Bertahan di tengah Jalan Rusak
- 27 Apr 2026 15:37 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pesisir Barat - Warga Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, terus bertahan di tengah keterbatasan akses jalan. Aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga kesehatan sangat dipengaruhi kondisi alam. Saat musim hujan, wilayah ini nyaris terisolasi total. Jalan rusak dan muara yang meluap membuat mobilitas warga terhambat.
Seorang pengemudi ojek, Decky Kurniawan, menggambarkan beratnya medan yang harus dilalui setiap hari. Ia mengatakan dalam kondisi hujan, perjalanan ke pasar bisa memakan waktu satu hari penuh.
“Kalau musim penghujan, satu hari kadang baru bisa sampai ke pasar. Motor sering mati dan harus menunggu air surut,” ujarnya, Senin, 27 April 2026. "Bahkan, kami kerap terpaksa bermalam di perjalanan."
Decky menyebut ongkos angkut barang dan penumpang melonjak drastis saat musim hujan. Biaya angkut barang bisa mencapai Rp5.000 per kilogram, sementara tarif penumpang hingga Rp1 juta sekali jalan.
Kondisi ini membuat biaya hidup masyarakat semakin tinggi. Ia berharap akses jalan segera diperbaiki agar beban warga berkurang.
Sementara itu, Peratin Desa Bandar Dalam, Rudi Mailano, mengungkapkan pembangunan jalan sebenarnya sempat berjalan pada 2018. Saat itu, alat berat sudah membuka badan jalan hingga bisa dilalui kendaraan.
“Mobil pernah masuk sampai puluhan unit, tapi kemudian dihentikan dan sampai sekarang tidak dilanjutkan,” katanya. "Kendala utama masih pada perizinan kerja sama kawasan."
Akibat tidak adanya perawatan, jalan yang sempat dibuka kini kembali rusak. Bahkan dalam dua tahun terakhir, curah hujan tinggi membuat kondisi semakin parah.
Warga sempat mengalami isolasi hingga berbulan-bulan. Distribusi logistik pun harus dilakukan dengan cara dipikul atau melalui jalur laut.
Rudi menegaskan kebutuhan utama masyarakat hanya satu, yakni akses jalan. Ia menilai pembangunan jalan sederhana sudah cukup membantu aktivitas warga.
“Kami tidak menuntut besar, cukup jalan yang bisa dilalui agar kehidupan lebih mudah,” ujarnya. "Harapannya, pemerintah pusat segera merealisasikan pembangunan agar masyarakat bisa merasakan pemerataan pembangunan."
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....