Mimpi Anak Way Haru Terbentur Akses dan Layanan Dasar

  • 27 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesisir Barat - Keterbatasan akses di Way Haru, Kecamatan Bengkunat, Kabupaten Pesisir Barat, tidak hanya berdampak pada ekonomi, tetapi juga pendidikan dan kesehatan warga. Anak-anak harus berjalan kaki menempuh jarak cukup jauh untuk bersekolah. Kondisi ini menjadi bagian dari keseharian masyarakat yang hidup di wilayah terisolasi. Minimnya fasilitas membuat warga harus bertahan dengan segala keterbatasan.

Nayla, siswi kelas 6 SD berusia 13 tahun asal Way Haru, mengaku tetap semangat mengejar cita-citanya. Ia bercita-cita menjadi polisi wanita meski menghadapi banyak kendala.

“Saya ingin jadi abdi negara. Kelihatannya keren dan membanggakan,” ujarnya kepada RRI.co.id, Senin 27 April 2026. "Setiap hari, ia berjalan kaki sekitar 30 menit untuk sampai ke sekolah."

Ia mengaku jarang keluar daerah karena akses yang sulit. Bahkan, perjalanan ke luar desa hanya dilakukan jika ada keperluan mendesak. Meski demikian, Nayla merasa senang tinggal di kampung halamannya.

“Senang banget, bisa sering mandi di laut,” katanya.

Namun, di balik keceriaan anak-anak, persoalan kesehatan menjadi tantangan besar bagi warga. Elda Waina, seorang ibu rumah tangga di Desa Wayharu, mengatakan fasilitas kesehatan sangat terbatas. Warga biasanya hanya mengandalkan bidan pekon sebagai layanan terdekat.

“Kalau bidan tidak ada, terpaksa dibawa keluar ke puskesmas,” ujarnya.

Dalam kondisi darurat, warga harus bergotong royong menandu pasien keluar desa. Akses yang sulit kerap memperparah kondisi pasien, bahkan berujung pada kematian di perjalanan.

“Ada yang meninggal karena tidak bisa menyeberang muara saat banjir,” kata Elda. "Kondisi ini sudah sering terjadi."

Elda berharap pemerintah segera membangun akses jalan ke wilayah mereka. Menurutnya, jalan menjadi kebutuhan utama untuk membuka akses layanan kesehatan dan ekonomi.

“Harapan kami cuma satu, jalan dulu. Kalau jalan sudah ada, semuanya akan lancar,” ujarnya lirih. "Warga tetap bertahan karena keterikatan dengan tanah dan kehidupan yang telah lama mereka jalani."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....