Fakta Menarik Kucing Menatap Pemiliknya

  • 27 Des 2025 06:08 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung : Kucing merupakan salah satu hewan yang menjadi peliharaan manusia paling banyak di dunia. Selain mudah jinak, kucing juga sangat menggemaskan. Dalam keseharian ada banyak tingkah yang sering dilakukan, mulai dari suka dipangku hingga sering menatap lama-lama. Yang terakhir inilah, bagi yang awam tentu menjadi sebuah misteri. Lantas, apa yang menjadi alasan kucing sering berlama-lama menatap manusia? Perilaku kucing, selain menggemaskan juga kerap membuat bertanya-tanya dan diliputi misteri. Bahkan si pemiliknya pun kerap bertanya, kenapa kucing sering berperilaku seperti itu.

Pada dasarnya, semua hewan memiliki cara berkomunikasi yang berbeda, termasuk kucing. Kucing memiliki banyak cara berkomunikasi, mulai lewat suara meongnya, lewat kibasan ekornya, hingga lewat tatapan matanya. Bahkan, hal unik dari tatapan matanya, kucing kerap melakukan perilaku yang sama, sering berlama-lama menatap dinding kosong hingga manusia. Lalu, apa yang menjadi alasan kucing kerap menatap manusia hingga dinding berlama-lama? Berikut adalah berbagai alasan kenapa kucing sering berlama-lama menatap manusia, antara lain:

1. Kucing memiliki indra penglihatan yang tajam

Mata kucing memiliki banyak sel batang dan dapat melihat dengan baik pada cahaya rendah. Faktanya, penglihatan kucing dapat melihat hal kecil sekalipun. Misalnya serangga atau bayangannya di dinding. Jika dibandingkan dengan penglihatan manusia, kucing memiliki penglihatan tepi yang jauh lebih luas.

2. Kucing memiliki ingatan episodik

Ingatan episodik ialah jenis memori jangka panjang khusus yang memungkinkan kucing mengingat peristiwa, situasi, dan pengalaman tertentu. Artinya, anabul bisa mengingat pantulan matahari menari di bagian tertentu dari dinding di rumah. Jadi jika kucing menatap dinding yang sama pada waktu yang sama, mereka mungkin sedang menunggu permainan favoritnya.

3. Pendengaran dan penglihatan kucing sangat sensitif

Indra pendengaran kucing sangat luar biasa, termasuk juga dengan penglihatannya. Dari sisi penglihatannya, kucing dapat mendengar rangkaian frekuensi yang lebih luas daripada hewan mamalia lainnya, termasuk manusia dan anjing. Begitu juga penglihatannya, kucing sangat sensitif dengan pergerakan yang terjadi di sekelilingnya. Hal tersebut menjadi kewaspadaan kucing dari segala kemungkinan yang ada sebagai bagian dari perlindungan diri.

4. Kucing mengalami disfungsi kognitif

Kucing juga bisa mengalami disfungsi kognitif ketika usianya lebih tua. Gejalanya kurang lebih mirip dengan demensia atau kepikunan pada manusia. Kucing dengan disfungsi kognitif dapat mengeong keras pada tengah malam dan mungkin menatap manusia atau dinding kosong berlama-lama hingga dengan tatapan mata kebingungan.

5. Bentuk dari rasa tidak aman

Saat kucing memandangi manusia dalam waktu lama, hal ini bisa jadi salah satu bentuk kalau kucing sedang merasa dalam kondisi tidak aman. Tatapan yang diberikan kucing pada pemiliknya ini bisa jadi tanda bahwa kucing tidak tahu reaksi apa yang harus dilakukannya pada situasi tertentu yang dihadapi. Jadi, dengan memandangi pemiliknya, kucing merasa manusia bisa memberitahunya bagaimana manusia harus bereaksi.

6.Merasa Bosan

Jika kucing sering menatap berlama-lama bisa jadi hal ini menjadi tanda kalau kucing peliharaan sedang merasa bosan karena tidak diajak bermain. Dengan harapan pemiliknya akan mengajaknya bermain agar tidak bosan.

7. Merasa lapar

Salah satu tanda yang akan diberikan kucing kepada manusia saat mereka kelaparan adalah dengan menatap pemiliknya dalam waktu lama. Hal ini menjadi penanda agar pemiliknya menyadari dan memberikan reaksi.

8. Kucing Sedang Senang, Marah, atau Takut

Tatapan kucing pada pemiliknya juga bisa menjadi salah satu cara untuk mengungkapkan emosinya, seperti marah, senang, maupun takut. Untuk mengetahui emosi yang sedang dirasakan kucing, kita bisa melihat gerakan tubuh dan ekornya saat kucing sedang menatap berlama-lama. Kucing yang menatap pemiliknya sambil mengedipkan mata secara perlahan di dekat wajah menunjukkan bentuk kasih sayang kucing dan emosi senangnya. Sedangkan saat tubuh kucing berada dalam keadaan yang tegang dengan ciri pupil yang melebar, telinga yang bergerak ke samping, tubuh yang kaku, dan ekor yang bergerak gelisah menunjukkan kalau kucing sedang marah atau waspada.

Rekomendasi Berita