Sejarah Singkat Cemilan Favorit, Popcorn
- 18 Agt 2025 07:21 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Popularitas popcorn terjadi di Amerika pada tahun 1800-an. Kala itu makanan ringan ini banyak dijajakan di acara-acara semacam karnaval atau pekan raya kota. Popularitasnya makin menjadi di akhir 1800-an ketika mesin pembuat popcorn bertenaga uap berhasil diciptakan.
Para pedagang membawa mesin ini ke pusat keramaian mengingat mesin yang dibuat cukup mudah untuk dimobilisasi. Mereka menjajakan popcorn di berbagai tempat, termasuk sekitar gedung bioskop seperti di pinggir jalan atau area lain yang potensial. Perlu diketahui bahwa kala itu pengelola bioskop tidak mengizinkan popcorn atau makanan lain masuk ke bioskop. Larangan itu disebabkan suara suara berisik popcorn atau makanan lain saat dikunyah cukup mengganggu penonton lain yang menonton film. Di sisi lain, saat itu belum film masih belum memiliki audio (film bisu).
Penjelajah Perancis menulis tentang Iroquois yang mengeluarkan biji jagung yang keras ke dalam stoples tembikar yang diisi dengan pasir panas. Bangsa Iroquois tersebar di seluruh wilayah Great Lakes, jadi kemungkinan pemukim di bagian utara New York, Vermont, dan Quebec adalah pembuat popcorn Eropa-Amerika paling awal. Pada pertengahan 1800-an, popcorn disukai oleh keluarga sebagai camilan larut malam di depan api unggun, atau saat piknik. Namun, konsumsi massal suguhan itu tidak begitu masif. Sampai pada tahun 1890-an, seorang pengusaha Chicago bernama Charles Cretors membangun mesin pembuat popcorn pertama.
Cretors adalah pemilik toko permen yang membeli alat pemanggang kacang yang dibuat secara komersial sehingga dia bisa menawarkan kacang panggang segar di tokonya. Tetapi, dia tidak senang dengan kualitas mesin itu, dan mulai mengotak-atiknya. Beberapa tahun kemudian, Cretors telah merancang mesin yang sama sekali baru, yang ditenagai oleh uap, untuk memanggang kacang dan meletupkan popcorn. Uap memastikan semua kernel akan dipanaskan secara merata. Mesin juga memungkinkan pengguna jagung langsung menambah bumbu yang diinginkan.
Pada tahun 1900, Cretors memperkenalkan gerobak popcorn yang ditarik kuda dan era masifnya popcorn dimulai. Tentu saja, mayoritas orang Amerika sekarang mendapatkan popcorn mereka dari microwave, bukan kuda dan kereta. Paten pertama untuk kantong popcorn microwave dikeluarkan untuk General Mills pada tahun 1981.
Kondisi perlahan mulai berubah terutama di tahun 1927, di mana film bisu berhasil digeser oleh film disertai audio. Industri bioskop makin maju dan berkembang. Masyarakat mulai menjadikan bioskop sebagai sarana hiburan yang murah kala itu. Pada tahun 1930, jumlah penonton bioskop berhasil menyentuh angka 90 juta per minggu. Besarnya jumlah penonton tersebut dianggap sebagai peluang yang menggiurkan. Di saat yang bersamaan, banyak penonton yang menyelundupkan pocorn untuk dimakan selama mereka menonton film bioskop. Penyelundupan pocorn tidak bisa dibendung dan pengelola bioskop seperti kerepotan mengatasi hal tersebut.
Untuk menambah keuntungan, pengelola bioskop akhirnya membuat sendiri brand popcorn sendiri di jaringan bisnis mereka meski belum seluruhnya. Dalam dua tahun, bioskop yang menjual popcorn mampu meraup untuk berkali lipat. Sedangkan keuntungan bioskop yang tak menjual popcorn cenderung menurun. Hubungan bioskop dan popcorn makin “mesra” pada tahun 1945. Konsumsi popcorn di Amerika setengahnya dimakan di bioskop. Iklan popcorn juga mulai gencar ditayangkan. Sejak saat itulah popcorn mulai identik dengan pemutaran film di bioskop.
Popcorn juga mulai dibuat dengan berbagai rasa untuk menarik para peminatnya sampai sekarang dan dijajakan di bioskop oleh para pengelolanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....