Fakta Angin Puting Beliung yang Memicu Kerusakan

  • 27 Feb 2025 16:16 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung : Keberadaan angin puting bliung merupakan salah satu jenis angin yang dapat menyebabkan bencana. Keberadaan angin puting beliung ini bisa terjadi di tempat mana pun dan bisa menyebabkan bahaya yang cukup besar karena efek kerusakan yang dimilikinya. Kondisi angin puting beliung ini biasanya dapat terjadi apabila pusaran angin kencang bergerak dengan kecepatan lebih dari 63 kilometer per jam dan membuatnya terlihat seperti gulungan angin.

Angin puting beliung berputar dan bergerak secara garis lurus dalam waktu 5-10 menit. Bisa terjadi saat siang hari atau sore hari pada musim pancaroba. Angin ini dapat menghancurkan apa saja yang diterjangnya dan benda yang terlewati bisa terangkat hingga terlempar. Terjadinya bencana alam ini, disebabkan karena udara panas dan dingin bertemu sehingga saling bentrok dan terbentuklah angin puting beliung. Prosesnya terjadi saat musim pancaroba. Di mana siang hari, suhu udara panas, pengap dan awan hitam mengumpul. Tumbuh awan secara vertical akibat radiasi matahari di siang hari. Selanjutnya dalam awan tersebut terjadi pergolakan arus udara naik dan turun dengan kecepatan cukup tinggi. Arus udara yang turun dengan kecepatan tinggi tersebut menghembus ke permukaan bumi dengan tiba-tiba dan berjalan secara acak. Untuk semakin mengenal angin puting beliung,Inilah deretan faktanya :

1. Angin puting beliung paling rentan terjadi di daerah tropis

Setiap daerah memang biasanya selalu memiliki perbedaan iklimnya tersendiri yang juga bisa menentukan jenis bencana. Tak ketinggalan pula dengan angin puting beliung yang biasanya memang terjadi hanya pada wilayah-wilayah khusus, sehingga memang tidak semua wilayah bisa mengalami bencana angin puting beliung ini.

Dilansir National Weather Service, angin puting beliung memang paling sering terjadi pada kondisi badai petir yang tertanam dalam pita hujan yang cukup jauh dari pusat badai. Namun, bencana ini biasanya dapat terjadi pada sistem tropis, sehingga memang wilayah tropis paling sering memiliki risiko bencana dari angin puting beliung ini.

2. Angin puting beliung terbentuk dari kolom udara yang berputar

Jika melihat angin puting beliung secara dekat tentu saja banyak orang yang akan ketakutan, sebab memang tampilan awan ini sangat menyeramkan. Selain itu, angin puting beliung berputar dengan kecepatan yang tinggi, sehingga bisa merusak apa pun yang nanti dilaluinya dan hal ini jelas saja sangat berbahaya bagi orang-orang.Dilansir National Weather Service, angin puting beliung sejarinya merupakan kolom udara yang berputar dengan kecepatan yang kencang dan memanjang, serta bersentuhan langsung dengan tanah. Angin puting beliung ini juga bisa mengalami variasi angin dengan ukuran dan kecepatan rotasi yang berbeda, sebab disesuaikan dengan arus angin.

3. Angin puting beliung bisa terjadi di laut

Puting beliung tornado merupakan angin yang bisa terbentuk di atas air atau bahkan bisa pula berpindah dari daratan ke perairan. Secara umum ciri-ciri yang dimilikinya sama dengan angin puting beliung di darat, namun biasanya akan sangat berhubungan dengan badai petir yang parah, angin kencang di laut, hingga hujan es besar atau kilat berbahaya.

4. Angin puting beliung terjadi selama 5-10 menit

Angin Puting beliung memang menjadi bencana yang cukup dikhawatirkan oleh banyak orang, sebab jika sampai terkena pemukiman maka bisa berisiko hancur. Meski begitu, angin puting beliung nyatanya tidak terjadi lama karena memang durasi terjadinya angin ini hanya dalam hitungan menit saja. Waktu tempuh dari angin puting beliung di darat memang bisa terjadi hanya sekitar 5 hingga 10 menit saja. Namun, hal ini sebetulnya tergantung pada daya dan juga kekuatan dari angin puting beliung tersebut, sehingga biasanya memang tidak akan terlalu lama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....