Benarkah Puasa Berbahaya bagi Ibu Hamil? Berikut Faktanya ...
- 22 Feb 2025 17:36 WIB
- Bandar Lampung
KBRN, Bandar Lampung : Puasa di bulan Ramadhan adalah kewajiban bagi umat muslim yang sehat secara fisik dan mental. Meski demikian, ada sebagian kelompok yang tidak diwajibkan berpuasa, antara lain lansia, anak-anak, ibu menyusui, dan Ibu Hamil.Meski tidak wajib, bukan berarti dilarang untuk menjalankan puasa, termasuk ibu hamil.
Berikut hal yang perlu diperhatikan bagi ibu hamil jika ingin berpuasa di bulan Ramadhan:
Pertama, jika ia mendapati sakit ringan yang tak terduga ketika menjalankan puasa dan ia yakin sakitnya tidak akan bertambah parah, maka dia dapat berpuasa.
Kedua, jika ia menduga akan terjadi bahaya pada dirinya yang sampai memperbolehkan tayamum, maka makruh hukumnya ia berpuasa.
Ketiga, jika dia yakin atau memiliki dugaan kuat akan terjadi bahaya seperti kematian atau kehilangan fungsi tubuh, maka puasa haram baginya dilakukan.
Pertimbangan puasa untuk ibu hamil
Sebelum memutuskan untuk puasa atau tidak, ada sejumlah hal yang perlu Anda pastikan demi menjamin ibadah yang dijalankan tidak berujung bahaya, baik bagi ibu maupun janin.
Hal-hal itu adalah sebagai berikut:
1. Konsultasikan pada dokter kandungan
Bagaimana pun dia yang mengetahui persis seperti apa kondisi medis kehamilan Anda.
2. Berapa usia kandungan Anda saat itu
Jika kandungan masih terlalu muda, kondisi janin masih rentan dan lemah, maka ada baiknya Anda tidak berpuasa terlebih dahulu. Begitu pula ketika kandungan sudah besar apalagi mendekati waktu persalinan.
3. Berapa lama durasi puasa di tempat Anda tinggal
Durasi puasa di tiap negara mungkin berbeda-beda. Ada yang pendek, misalnya hanya 11 jam, tetapi ada juga yang begitu panjang hingga mencapai 18 jam. Jika waktu berpuasa terlalu panjang dan kemungkinan besar akan menyulitkan proses kehamilan Anda, tidak ada kewajiban untuk Anda berpuasa.
Oleh karena itu, Ibu perlu berkonsultasi pada dokter mengenai kondisi kandungan karena setiap ibu hamil memiliki kondisi yang tidak sama. Mungkin ibu A boleh berpuasa karena semua dalam keadaan fit, namun belum tentu aman bagi ibu B karena tergolong riskan misalnya.
Namun secara umum, ibu hamil puasa sangat tergantung pada usia kehamilan. Pada trimester 1 kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin sangat perlu diperhatikan. Di masa ini, organ janin mengalami perkembangan. Nutrisi dan makanan ibu hamil harus tepat dan sesuai agar janin tumbuh dengan sempurna.
Jika asupan ibu hamil terbatas karena sedang berpuasa, maka terdapat risiko janin tidak dapat berkembang dengan baik sesuai umurnya. Ibu hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah karena nutrisi di awal kehamilan tidak tercukupi.
Sedangkan pada kehamilan trimester kedua dan ketiga, nutrisi awal kehamilan sudah terbentuk sehingga janin sudah mendapatkan cadangan asupan pada masa sebelumnya. Meskipun demikian, ibu hamil trimester 2 dan 3 tetap perlu memperhatikan kondisi dan kesehatan masing-masing sebelum berpuasa.
Ibu hamil diperbolehkan puasa asalkan tidak mengalami lemas berkepanjangan serta dehidrasi. Pasalnya, kedua hal ini sangat berbahaya bagi janin di dalam kandungan. Jika Ibu mengalami pusing atau sakit kepala, sebaiknya puasa dibatalkan agar tidak berdampak pada janin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....