Pelangi Muncul Setelah Hujan, Ini Faktanya !

  • 29 Des 2024 09:45 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandar Lampung : Pelangi adalah suatu fenomena pembiasan cahaya setelah hujan yang muncul akibat adanya sentuhan tetesan air di atmosfer. Ketika proses pembiasan terjadi, cahaya yang dibiaskan akan muncul dalam rupa tujuh warna.

Lalu, mengapa pelangi memiliki tujuh warna?

Saat proses pembiasan di udara, sinar matahari yang mengenai tetesan air di atmosfer akan dibiaskan dan masuk ke dalam tetesan. Setelah itu, tetesan air di atmosfer tersebut memecah sinar matahari menjadi tujuh warna spektrum dan dipantulkan ke permukaan tetesan lainnya.

Dalam proses pemantulannya, sudut pantul sama dengan sudut datang. Hal tersebut dapat berarti bahwa cahaya pantul merambat pada lintasan yang ada dengan tetap mempertahankan perbedaan sudut bias. Cahaya yang dibiaskan kembali ketika keluar dari tetesan akan menekankan dispersi atau pembiasan warna.

Pelangi biasanya bentuk busur melingkar berwarna-warni. Pelangi yang disebabkan oleh sinar matahari selalu muncul di bagian langit yang berhadapan langsung dengan matahari. Ketika melihat pelangi, pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa hanya terlihat setengah lingkaran dan bentuknya melengkung?

Pelangi berbentuk lingkaran utuh

Dilansir dari situs How Stuff Works, pelangi sebenarnya berbentuk lingkaran utuh. Posisi tempat kita berpijak memengaruhi sudut pandang mata kita, sehingga pelangi hanya terlihat setengah lingkaran. Selain itu, bentuk pelangi juga sangat dipengaruhi oleh posisi matahari. Saat matahari baru saja terbit setelah hujan, kita bisa melihat pelangi secara jelas. Namun, saat matahari berada di posisi lebih dari 42 derajat di atas langit, sangat sulit bagi kita untuk melihat pelangi dengan jelas.

Saat melihat pelangi, sering kali kita melihatnya dari posisi yang rendah, sehingga sebagian sisi pelangi terhalangi oleh tanah serta cakrawala. Untuk menyaksikan pelangi berbentuk lingkaran utuh, kita harus berada di posisi yang tinggi, seperti di atas pesawat, puncak gunung, atau bukit yang tinggi.

Hal ini dikarenakan permukaan tanah yang tinggi merupakan titik antimatahari, titik dimana langit atau tanah berada tepat 180 derajat dari matahari terhadap sudut pandang mata kita. Semakin tinggi titik antimatahari, kesempatan untuk melihat pelangi berbentuk lingkaran utuh semakin besar. Begitu pula sebaliknya.

Pantulan dari pelangi utama dan pantulan sekunder yang lebih gelap dari pelangi tambahan menyebarkan cahaya ke dalam tujuh warna. Ketujuh warna inilah yang dapat dilihat oleh mata manusia.

Pelangi dapat terlihat bila matahari tepat di belakang manusia. Pelangi utama akan terlihat pada sudut sekitar 40 derajat, sedangkan pelangi tambahan akan terlihat pada sudut sekitar 53 derajat. Selain menghadirkan pelangi, sudut tersebut juga menjadi salah satu alasan mengapa pelangi memiliki bentuk yang melengkung ketika dilihat oleh mata.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....