Sejarah Catur dan Penyebarannya hingga sampai ke Indonesia

  • 20 Okt 2024 14:48 WIB
  •  Bandar Lampung

KBRN, Bandarlampung: Saat ini catur juga menjadi salah satu olahraga yang dalam olimpiade hingga tingkat internasional. Catur merupakan sebuah permainan yang dimainkan di atas papan persegi dengan 64 kotak dan 32 buah catur yang dibagi menjadi dua dalam jumlah yang sama yaitu 16 untuk tim terang dan 16 lagi untuk tim gelap.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti siapa penemu catur sebenarnya. Namun dari beberapa legenda, penemu catur adalah tokoh bernama Sissa Bin Dahir. Dirinya dikenal karena penemuan Chaturarangga, pendahulu catur India. Saat itu Sissa menemukan permainan catur dan diberikan sebagai hadiah kepada Raja Shirham dari India. Raja sangat senang sehingga dia menawarkan hadiah apa pun yang dia minta, asalkan kedengarannya masuk akal.

Tapi ada juga yang mengatakan, India dipercaya sebagai asal mula catur. Dikenal sebagai 'Chaturanga', nama Sansekerta untuk formasi pertempuran yang disebutkan dalam Mahabharata. Permainan ini berkembang di barat laut India pada abad ke-7. Chaturanga dianggap sebagai pendahulu catur modern paling awal karena memiliki dua fitur utama yang ditemukan di semua varian catur.

Sejarah mengenai catur pun sangat banyak dan ada yang berbeda. Beberapa sejarawan mengatakan chaturanga, mungkin dimainkan dengan dadu di papan persegi 64, secara bertahap berubah menjadi shatranj (atau chatrang).

Kemudian pada abad ke-6 pedagang Islam dari India membawa permainan ini menuju ke Persia. Disana catur disebut dengan nama shatranj di Sassanid. Mulai dari Persia ini kemudian catur juga mulai dikenal di seluruh penjuru dunia.

Permainan menyebar ke timur, utara, dan barat, dengan karakteristik yang sangat berbeda. Di Timur, dibawa oleh peziarah Buddha, pedagang Jalur Sutra, dan lainnya. Kemudian diubah menjadi permainan dengan cakram bertulis yang sering ditempatkan di persimpangan garis papan daripada di dalam kotak. Sekitar 750 M catur mencapai China dan pada abad ke-11 telah sampai ke Jepang dan Korea.

Lalu, Pada abad ke-19 barulah penemuan catur di wilayah Indonesia mulai terlihat. Di beberapa kota besar di Indonesia mulai berdiri klub-klub catur seperti di kota Magelang, Surabaya, Bandung dan Yogyakarta. Permainan ini di bawah oleh Belanda yang saat itu sedang menjajah Indonesia.

Mulanya permainan ini hanya dimainkan oleh bangsa Belanda saja. Kemudian baru pribumi ikut memainkan permainan yang dimainkan oleh bangsa Belanda. Pada tahun 1925, pertama kali berdiri Persatuan Catur Indonesia yang diberi nama Nederlansch Indische Shaakbond yang ada di Yogyakarta.

Seiring waktu hingga sekarang, perlahan catur mengalami perkembangan. Baik nama, bentuk, serta peraturan permainannya. Semuanya mewakili simbol perubahan peradaban dan kemajuan zaman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....