Mengenal Namul, Lauk Sayuran Berbumbu dalam Kuliner Korea
- 02 Okt 2026 00:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kuliner Korea Selatan tidak hanya dikenal melalui kimchi dan berbagai hidangan berbahan daging. Ada pula namul, kategori hidangan berbahan sayuran yang dibumbui dan menjadi bagian dari sajian sehari-hari masyarakat Korea.
Secara umum, namul merujuk pada berbagai jenis sayuran, tumbuhan liar, atau bahan pangan nabati yang diolah dengan cara direbus, dikukus, ditumis, atau dimasak terlebih dahulu, kemudian diberi bumbu.
Melansir Korean Food Promotion Institute, namul merupakan salah satu kelompok makanan tradisional Korea yang memanfaatkan beragam bahan nabati. Bumbu yang digunakan dapat berbeda-beda, mulai dari minyak wijen, bawang putih, kecap asin, garam, hingga biji wijen.
Jenis bahan yang digunakan untuk membuat namul juga sangat beragam. Bayam, tauge, pakis, akar tumbuhan, serta berbagai sayuran dan tanaman liar dapat diolah menjadi hidangan namul sesuai tradisi dan ketersediaan bahan.
Salah satu yang cukup dikenal adalah sigeumchi-namul, yakni bayam yang dibumbui. Ada pula sukju-namul yang menggunakan tauge sebagai bahan utama. Setiap jenis memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda.
Namul biasanya disajikan sebagai banchan, yaitu hidangan pendamping dalam makanan Korea. Beberapa jenis banchan disajikan dalam porsi kecil dan disantap bersama nasi serta hidangan utama.
Menurut Korean Food Promotion Institute, keberagaman bahan nabati menjadi salah satu karakter penting dalam kuliner tradisional Korea. Pengolahan sederhana dengan bumbu khas membuat sayuran tetap menjadi bagian penting dalam susunan hidangan.
Bagi yang baru mengenal kuliner Korea, namul dapat menjadi salah satu kategori makanan yang menarik untuk dipahami. Bukan hanya satu jenis masakan, namul mencakup beragam olahan sayuran dengan teknik memasak dan bumbu yang berbeda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....