Peran Wikimedia Bandar Lampung dalam Pendokumentasian Tari dan Musik

  • 24 Agt 2026 14:40 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Upaya pelestarian budaya Lampung tidak hanya dilakukan melalui pertunjukan dan pewarisan secara lisan, tetapi juga melalui pendokumentasian yang terstruktur dan dapat diakses oleh masyarakat luas. Hal inilah yang menjadi perhatian Komunitas Wikimedia Bandar Lampung melalui sejumlah proyek dokumentasi kebudayaan Lampung.

Founder Komunitas Wikimedia Bandar Lampung, Deo Bernedy Putra, S.Sos, mengatakan bahwa pendokumentasian menjadi salah satu cara penting untuk memastikan pengetahuan mengenai tradisi, seni, musik, tari, hingga busana adat Lampung tetap tersedia dan dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Menurut Deo, Wikimedia Bandar Lampung memiliki sejumlah proyek yang secara khusus diarahkan untuk mendokumentasikan kekayaan budaya Lampung, di antaranya Wiki Jejama, Wiki Ngigel, serta Wiki Busanding yang berkaitan dengan busana adat Lampung.

“Yang kami lakukan bukan sekadar mengambil gambar atau merekam pertunjukan. Ada konteks kebudayaan yang harus ikut didokumentasikan. Jadi, dokumentasi itu bukan hanya soal visualnya, tetapi juga pengetahuan yang ada di baliknya,” kata Deo.

Dalam proyek pendokumentasian tersebut, Wikimedia Bandar Lampung berupaya menghasilkan dokumentasi dengan kualitas teknis yang baik. Beberapa bentuk seni yang menjadi perhatian antara lain Tari Bedana, Tari Sigeh Pengunten, Tabuh Talo Balak, hingga sejumlah lagu yang menggunakan instrumen gambus Lampung. Deo menjelaskan, kualitas teknis memang penting agar dokumentasi dapat digunakan kembali untuk berbagai kebutuhan, baik sebagai arsip, bahan pembelajaran maupun referensi kebudayaan. Namun, menurutnya, kamera bukanlah persoalan terbesar dalam proses tersebut.

“Persoalan terbesar bukan kameranya. Kamera itu alat. Yang lebih penting justru bagaimana kita memahami konteks dari apa yang kita dokumentasikan,” ujarnya. Selain itu, Ia mencontohkan dokumentasi tari. Sebuah gerakan dalam tari tidak cukup hanya direkam dari awal hingga akhir. Dokumentasi yang baik perlu menjelaskan ragam gerak, filosofi gerakan, serta makna yang melatarbelakanginya. Sebab, di balik setiap gerakan dapat terdapat pesan, harapan, doa, maupun nilai yang diwariskan oleh masyarakat pendukung kebudayaan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....