Lemea, Kuliner Khas Suku Rejang yang Tetap Bertahan di tengah Modernisasi
- 08 Agt 2026 20:26 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung- Di balik rasa asam dan aroma yang kuat, Lemea menjadi salah satu kuliner tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Suku Rejang di Bengkulu.
Lemea dibuat dari rebung atau bambu muda yang difermentasi bersama ikan. Proses fermentasi inilah yang menghasilkan cita rasa asam dan aroma khas yang menjadi karakter utama makanan tradisional tersebut.
Mengutip Mongabay, Lemea merupakan kuliner yang telah lama dikenal dalam kehidupan masyarakat Suku Rejang. Selain menjadi makanan sehari-hari, proses pembuatannya juga menjadi bagian dari pengetahuan kuliner yang diwariskan secara turun-temurun.
Dalam penyajiannya, Lemea umumnya dimasak kembali dengan berbagai bumbu dan dapat dipadukan dengan bahan makanan lainnya. Rasa asam yang khas berpadu dengan cita rasa ikan dan rempah, menghasilkan makanan yang memiliki karakter berbeda dari kuliner daerah lainnya.
Keberadaan Lemea menjadi bukti bahwa masyarakat Suku Rejang memiliki pengetahuan dalam mengolah bahan pangan melalui proses fermentasi. Tradisi tersebut juga menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar menjadi makanan bernilai budaya.
Di tengah perkembangan kuliner modern, Lemea tetap menjadi bagian dari identitas kuliner Bengkulu. Pengenalan kepada generasi muda menjadi penting agar pengetahuan mengenai cara pengolahan dan cita rasa khas Lemea tidak hilang.
Lemea bukan sekadar makanan dengan rasa dan aroma yang kuat. Di dalamnya terdapat warisan pengetahuan, tradisi, dan identitas masyarakat Suku Rejang yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....