Tetraphobia, Ketakutan terhadap Angka Empat di Beberapa Negara Asia

  • 22 Mei 2026 11:21 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Dilansir dari laman scienceinsights.org.Tetraphobia adalah istilah yang merujuk pada rasa takut atau kecenderungan menghindari angka empat yang banyak dijumpai di beberapa negara Asia Timur, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Taiwan. Kepercayaan ini tidak hanya berkembang sebagai bagian dari budaya, tetapi juga berpengaruh pada berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Latar belakang munculnya tetraphobia berkaitan dengan unsur bahasa. Dalam bahasa Mandarin, penyebutan angka empat “sì” terdengar mirip dengan kata yang berarti “kematian”, yakni “sǐ”. Kesamaan bunyi tersebut membuat angka 4 kerap dikaitkan dengan hal-hal yang dianggap membawa kesialan atau pertanda buruk.

Pengaruh kepercayaan ini dapat ditemukan pada sejumlah bangunan modern. Beberapa hotel, rumah sakit, apartemen, hingga gedung perkantoran di kawasan Asia Timur diketahui tidak mencantumkan lantai empat pada panel lift. Bahkan, beberapa nomor lain yang mengandung unsur angka empat, seperti 14 atau 24, juga sering dihindari.

Tetraphobia juga berdampak pada sektor bisnis dan layanan publik. Nomor telepon, nomor kendaraan, maupun kode produk yang memiliki angka 4 terkadang kurang diminati oleh masyarakat di wilayah tertentu. Sebaliknya, angka yang dipercaya membawa keberuntungan lebih sering dipilih untuk kebutuhan komersial.

Menurut berbagai referensi budaya, praktik semacam ini termasuk dalam bentuk kepercayaan tradisional atau superstisi yang diwariskan secara turun-temurun. Meski tidak didasarkan pada bukti ilmiah, keyakinan tersebut masih bertahan dan memengaruhi kebiasaan sebagian masyarakat hingga saat ini.

Namun demikian, pandangan masyarakat terhadap tetraphobia tidak selalu sama. Ada yang menganggapnya sebagai bagian dari warisan budaya semata, sementara sebagian lainnya masih mempercayainya sebagai simbol yang berkaitan dengan nasib atau keberuntungan.

Fenomena tetraphobia memperlihatkan bagaimana sebuah angka dapat memiliki arti lebih dari sekadar nilai matematika. Dalam sejumlah budaya, angka tertentu mampu memengaruhi keputusan sehari-hari, mulai dari desain bangunan hingga pilihan nomor dalam aktivitas bisnis dan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....