Dendang Bersyair,warnai Bimtek RBD 2026

  • 22 Apr 2026 12:01 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung — Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Utama dalam program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) yang berlangsung pada Hari Senin hingga Rabu,tanggal 20-22 April 2026 di BPMP Propinsi Lampung menghadirkan materi baru yang menarik dan inovatif, yakni Dendang Bersyair berbasis Sesimbatan atau berbalas pantun. Materi ini menjadi salah satu upaya strategis dalam melestarikan sekaligus menghidupkan kembali tradisi lisan khas Lampung di kalangan generasi muda melalui dunia pendidikan.

Materi tersebut disampaikan oleh narasumber Susilawati, M.Pd, seorang penyanyi sekaligus pencipta lagu daerah Lampung yang dikenal aktif dalam pelestarian seni budaya lokal. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya mengintegrasikan unsur seni , bahasa, dan budaya dalam proses pembelajaran agar lebih menarik dan bermakna bagi siswa.

“Dendang bersyair berbasis sesimbatan bukan hanya sekadar seni berbalas pantun, tetapi juga sarana membangun kreativitas, kemampuan berbahasa, serta menanamkan nilai-nilai budaya Lampung kepada peserta didik,” ujar Susilawati.

Ia menjelaskan bahwa konsep sesimbatan mengajarkan interaksi komunikatif yang santun dan penuh makna melalui pantun yang dilagukan. Dengan pendekatan ini, siswa tidak hanya belajar bahasa daerah secara tekstual, tetapi juga merasakan keindahan estetika dan kearifan lokal yang terkandung di dalamnya.

DitambahkannyaModel pembelajaran Dendang Bersyair melalui strategi sesimbatan atau Berbalas Pantun adalah sebuah pendekatan pembelajaran inovatif yang mengintegrasikan kesenian tradisional (berdendang/menyanyikan syair atau pantun) dengan teknik permainan berbalas pantun dengan diiringi musik tradisional gitar /gambus tunggal atau rebana. Model ini bertujuan meningkatkan motivasi, kreativitas, dan kemampuan berbahasa siswa melalui pendekatan kearifan lokal

Para peserta bimtek yang terdiri dari guru-guru utama tampak antusias mengikuti sesi praktik, di mana mereka diajak langsung mencoba membuat dan melantunkan pantun secara berbalas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para guru untuk diterapkan di sekolah masing-masing.

Program Revitalisasi Bahasa Daerah sendiri merupakan Program Balai Bahasa Propinsdi Lampung untuk menjaga keberlangsungan bahasa daerah sebagai identitas budaya bangsa. Dengan hadirnya materi inovatif seperti dendang bersyair berbasis sesimbatan, diharapkan proses pembelajaran menjadi lebih kontekstual, menyenangkan, dan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya daerahnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa kolaborasi antara praktisi seni dan dunia pendidikan dapat menghasilkan metode pembelajaran yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....