Jalan Santai BPS Menyapa Lampung Perkuat Sinergi Berbasis Data

  • 04 Okt 2026 09:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar Jalan Santai BPS Menyapa Lampung dalam rangka memperingati Hari Statistik Nasional (HSN) 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kedekatan BPS dengan masyarakat sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam pembangunan berbasis data.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Dr. Ahmadriswan Nasution, mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi aktivitas olahraga bersama, tetapi merupakan bagian dari upaya BPS untuk semakin dekat dengan masyarakat.

“Bagi kami, ini bukan sekadar nama kegiatan, tetapi merupakan semangat BPS untuk semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Ahmadriswan, kepada RRI di Kantor BPS Lampung, Minggu, 4 Oktober 2026.

Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat penting agar petugas BPS dapat diterima ketika melakukan pendataan. Data yang dikumpulkan dari masyarakat selanjutnya diolah menjadi indikator yang dibutuhkan pemerintah dalam menyusun berbagai kebijakan.

Ahmadriswan menegaskan, statistik bukan sekadar angka. Di balik statistik terdapat gambaran mengenai kondisi masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, pekerjaan, ekonomi hingga berbagai dinamika kehidupan sosial.

“Statistik itu adalah gambaran tentang masyarakat, tentang pendidikan, kesehatan, pekerjaan, ekonomi dan berbagai dinamika di masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, statistik yang berkualitas dibutuhkan untuk mengawal perjalanan pembangunan di Lampung maupun Indonesia. HSN 2026 sendiri mengusung tema “Statistik Berkualitas untuk Indonesia Berdaulat, Maju dan Makmur.”

Sementara itu, sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal disampaikan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi Lampung, Ganjar Jationo.

Ganjar menyampaikan bahwa statistik memiliki peran penting dalam menjaga kedaulatan data nasional. Ia menjelaskan, pelaksanaan sensus menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah statistik Indonesia.

Menurutnya, pembangunan di Lampung membutuhkan kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, dunia usaha, akademisi, komunitas, masyarakat, dan media.

“Provinsi Lampung memang harus menjalin kolaborasi, baik dengan kabupaten/kota, instansi vertikal, kalangan dunia usaha, akademisi dan komunitas atau masyarakat juga media. Inilah ekosistem pembangunan kita,” ujar Ganjar.

Pemerintah Provinsi Lampung, lanjutnya, mengapresiasi kinerja BPS yang terus mencatat berbagai dinamika pembangunan di daerah. Hasil pencatatan tersebut menjadi pijakan pemerintah dalam menentukan arah kebijakan.

Ganjar menyebut sejumlah indikator pembangunan Lampung menunjukkan perkembangan, antara lain pertumbuhan ekonomi yang dalam beberapa periode berada di posisi dua besar di Sumatera, penurunan angka kemiskinan hingga berada pada level satu digit, serta pengendalian inflasi.

“BPS mencatat seluruh dinamika pembangunan di Provinsi Lampung dan hasil catatannya akan menjadi pijakan dalam menyusun arah,” katanya.

Ia menekankan pentingnya mengetahui arah dan konteks pembangunan, sebagaimana seseorang yang mengikuti kegiatan jalan santai perlu mengetahui rute yang akan ditempuh.

Melalui kegiatan Jalan Santai BPS Menyapa Lampung, BPS dan Pemerintah Provinsi Lampung berharap sinergi dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan semakin kuat. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan data berkualitas sebagai dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan Lampung.

Ahmadriswan juga mengajak seluruh pihak memahami bahwa kualitas data sangat menentukan kualitas kebijakan.

“Better data, better life. Dengan data yang baik, kehidupan menjadi lebih baik,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....