Tas Kulit Mulai Mengelupas? Ini Kesalahan yang Sering Tak Disadari
- 29 Sep 2026 19:53 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Tas kulit kerap dipilih karena memiliki tampilan elegan dan dapat digunakan dalam waktu lama. Namun, tanpa perawatan yang tepat, permukaan tas bisa berubah menjadi kusam, retak, bahkan mengelupas.
Kerusakan tersebut tidak selalu disebabkan oleh usia tas. Kebiasaan sehari-hari dalam menggunakan dan menyimpan tas juga dapat mempercepat kerusakan material.
Salah satu kesalahan yang sering dilakukan adalah menganggap semua tas kulit dapat dirawat dengan cara yang sama. Padahal, tas berbahan kulit asli, kulit sintetis, suede, maupun nubuck memiliki karakteristik dan kebutuhan perawatan yang berbeda.
Terlalu Sering Terpapar Sinar Matahari
Paparan sinar matahari secara langsung dan dalam waktu lama dapat membuat material tertentu menjadi kering dan warnanya memudar.
Tas yang sering ditinggalkan di dalam mobil atau diletakkan di tempat yang terkena sinar matahari langsung berpotensi mengalami perubahan warna dan kerusakan pada permukaannya.
Karena itu, tas sebaiknya disimpan di tempat yang teduh dan tidak terkena panas secara langsung.
Menggunakan Pembersih Sembarangan
Kesalahan berikutnya adalah menggunakan sabun, deterjen, alkohol, tisu basah tertentu, atau bahan pembersih lain tanpa memastikan kesesuaiannya dengan material tas.
Bahan yang terlalu keras dapat menghilangkan minyak alami atau lapisan pelindung pada kulit. Akibatnya, permukaan dapat menjadi kering, berubah warna, atau lebih mudah mengalami kerusakan.
Sebelum menggunakan produk pembersih, periksa petunjuk perawatan dari produsen. Produk yang akan digunakan juga sebaiknya diuji terlebih dahulu pada bagian tas yang tidak terlihat.
Membiarkan Tas Terkena Air
Air juga perlu menjadi perhatian, terutama pada jenis kulit yang tidak dirancang untuk sering terkena cairan.
Tas yang terkena hujan atau tumpahan minuman sebaiknya segera ditangani. Gunakan kain lembut untuk menyerap cairan secara perlahan, bukan menggosok permukaan dengan keras.
Tas yang basah sebaiknya dikeringkan secara alami di tempat dengan sirkulasi udara baik.
Hindari menggunakan pengering rambut, menjemurnya di bawah sinar matahari langsung, atau menempatkannya di dekat sumber panas. Suhu tinggi dapat membuat material menjadi terlalu kering dan berisiko mengalami perubahan bentuk maupun kerusakan.
Menyimpan Tas dalam Kondisi Lembap
Kelembapan yang tinggi dapat memicu munculnya jamur pada sejumlah jenis material tas.
Tas yang selesai digunakan sebaiknya disimpan setelah kondisinya benar-benar kering. Tempat penyimpanan juga harus memiliki sirkulasi udara yang baik.
Jika menggunakan dust bag, pilih penyimpanan yang sesuai dengan rekomendasi produsen dan hindari membungkus tas dalam plastik tertutup untuk waktu lama karena kelembapan dapat terperangkap di dalamnya.
Tas Ditumpuk dan Terlalu Penuh
Kebiasaan memasukkan terlalu banyak barang ke dalam tas dapat membuat bentuk tas berubah. Tekanan berlebihan juga dapat memberikan beban pada bagian jahitan, lipatan, dan permukaan material.
Tas sebaiknya diisi secukupnya. Saat disimpan, bagian dalamnya dapat diberi penyangga berbahan lembut agar bentuk tas tetap terjaga.
Hindari pula menumpuk tas dengan benda berat di atasnya.
Tidak Pernah Menggunakan Produk Perawatan
Selain dibersihkan, beberapa jenis kulit membutuhkan perawatan tambahan untuk menjaga kondisi materialnya.
Conditioner khusus kulit dapat digunakan sesuai kebutuhan dan petunjuk produsen. Namun, produk perawatan harus dipilih berdasarkan jenis material tas.
Penggunaan conditioner yang tidak sesuai justru dapat meninggalkan noda atau mengubah tampilan permukaan.
Karena itu, pemilik tas perlu mengenali terlebih dahulu apakah tas menggunakan kulit asli, kulit sintetis, suede, nubuck, atau material lainnya.
Menganggap Tas yang Mengelupas Bisa Diperbaiki dengan Cara yang Sama
Permukaan yang mengelupas tidak selalu memiliki penyebab yang sama.
Pada beberapa jenis material sintetis, misalnya, lapisan permukaan dapat mengalami pengelupasan akibat usia, penggunaan, panas, kelembapan, atau gesekan. Kondisi tersebut berbeda dengan kulit asli yang mengalami retak atau kering.
Karena itu, jangan langsung mengoleskan lem, cat, minyak, atau bahan lain pada bagian yang mengelupas. Tindakan tersebut dapat membuat kerusakan semakin sulit ditangani.
Untuk tas dengan nilai tinggi atau kerusakan yang cukup parah, perawatan sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional yang memahami karakter material tersebut.
Rawat Sebelum Rusak
Merawat tas kulit sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Membersihkan tas secara rutin, menghindari paparan panas dan sinar matahari berlebihan, menjauhkannya dari cairan dan bahan kimia, serta menyimpannya dengan benar dapat membantu menjaga kondisi tas.
Yang tidak kalah penting, pemilik perlu membaca petunjuk perawatan dari produsen. Tidak semua tas kulit membutuhkan produk dan perlakuan yang sama.
Dengan perawatan yang tepat, risiko kerusakan dapat dikurangi dan tas dapat digunakan lebih lama.
Jadi, jika tas kulit mulai terlihat kusam, kering, retak, atau mengelupas, jangan buru-buru menyalahkan usia. Bisa jadi, kebiasaan dalam menggunakan dan menyimpannya selama ini justru menjadi salah satu penyebabnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....