Fenomena “Quiet Quitting” di Kalangan Pekerja Muda Indonesia
- 28 Sep 2026 20:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Fenomena “quiet quitting” semakin menjadi perbincangan di kalangan pekerja muda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Istilah ini merujuk pada sikap karyawan yang memilih untuk bekerja sesuai dengan deskripsi tugas tanpa memberikan usaha tambahan di luar tanggung jawab utama. Meskipun tidak benar-benar mengundurkan diri, pekerja dengan pendekatan ini cenderung membatasi keterlibatan mereka demi menjaga keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi.
Kemunculan fenomena ini tidak terlepas dari perubahan pola pikir generasi muda terhadap dunia kerja. Banyak pekerja kini lebih memprioritaskan kesehatan mental, waktu istirahat, dan kehidupan pribadi dibandingkan dengan tuntutan untuk selalu “berprestasi lebih”. Hal ini juga dipengaruhi oleh pengalaman selama pandemi, yang mendorong refleksi terhadap makna kerja dan kualitas hidup.
Di sisi lain, quiet quitting kerap dipandang berbeda oleh perusahaan. Sebagian pihak menilai sikap ini sebagai bentuk kurangnya loyalitas atau minimnya inisiatif. Namun, ada pula yang melihatnya sebagai sinyal bahwa perusahaan perlu mengevaluasi beban kerja, sistem penghargaan, serta budaya kerja yang diterapkan agar lebih adil dan manusiawi.
Beberapa ahli ketenagakerjaan menilai bahwa fenomena ini berkaitan erat dengan tingkat kepuasan kerja. Faktor seperti kurangnya apresiasi, beban kerja berlebihan, serta peluang pengembangan karier yang terbatas dapat mendorong karyawan untuk menarik diri secara emosional dari pekerjaan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi memengaruhi produktivitas dan hubungan kerja di lingkungan profesional.
Untuk merespons fenomena tersebut, perusahaan diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih suportif dan transparan. Komunikasi yang terbuka antara manajemen dan karyawan menjadi kunci dalam memahami kebutuhan serta ekspektasi masing-masing pihak. Selain itu, penerapan kebijakan yang mendukung keseimbangan kerja dan kehidupan pribadi dapat membantu meningkatkan keterlibatan karyawan.
Secara keseluruhan, quiet quitting mencerminkan perubahan dinamika dunia kerja di era modern. Fenomena ini tidak hanya menjadi tantangan bagi perusahaan, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun sistem kerja yang lebih sehat, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan pekerja tanpa mengabaikan produktivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....