El Niño Sangat Kuat Berdampak pada Kondisi Iklim Indonesia
- 22 Sep 2026 13:15 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID., Bandarlampung – Fenomena El Niño menjadi salah satu dinamika iklim yang saat ini mendapat perhatian karena berdampak terhadap kondisi cuaca dan iklim di berbagai wilayah Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat El Niño berada pada kategori sangat kuat dan turut memperkuat kondisi atmosfer yang kering di tengah musim kemarau.
El Niño merupakan fenomena iklim yang ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut dapat memengaruhi pola sirkulasi atmosfer dan distribusi curah hujan, termasuk di Indonesia. Berdasarkan pemantauan BMKG, anomali suhu muka laut di wilayah Niño 3.4 mencapai sekitar 2,83 derajat Celsius pada Agustus 2026, yang menunjukkan kondisi El Niño dengan intensitas sangat kuat.
Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah wilayah yang mengalami kondisi lebih kering dan hari tanpa hujan dalam waktu panjang. BMKG menyebut sebagian besar wilayah Indonesia bagian selatan mengalami hari tanpa hujan ekstrem, yakni lebih dari 60 hari berturut-turut. Kondisi ini antara lain terjadi di Sumatra bagian selatan, sebagian besar Jawa, Kalimantan bagian selatan, Bali, Nusa Tenggara, hingga Papua Selatan.
Kondisi atmosfer yang kering juga meningkatkan risiko kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, termasuk tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar, terutama di wilayah yang memiliki lahan gambut, semak belukar, dan kawasan hutan.
Meski demikian, El Niño tidak berarti seluruh wilayah Indonesia akan terbebas dari hujan. BMKG masih memprakirakan adanya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat di sejumlah daerah akibat dinamika atmosfer lainnya. Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) juga menyebut El Niño diperkirakan tetap berlangsung hingga awal 2027, sehingga masyarakat perlu mengikuti informasi cuaca dan iklim terbaru untuk mengantisipasi dampaknya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....