Generasi Muda Didorong Cegah Kebakaran Hutan
- 18 Sep 2026 15:44 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Mahasiswa Rekayasa Kehutanan didorong aktif dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melalui pemanfaatan pengetahuan, teknologi, serta kolaborasi dengan masyarakat.
Dorongan tersebut disampaikan dalam kuliah umum dan kampanye pencegahan karhutla bertajuk Peran Generasi Muda dalam Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan, di Aula C.
Dosen Rekayasa Kehutanan, Agung Yoga Pangestu, mengatakan hasil kajian terhadap 156 jurnal ilmiah menunjukkan titik api banyak terkonsentrasi di kawasan gambut Sumatera dan Kalimantan.
"Aktivitas manusia menjadi salah satu faktor dominan karhutla, yang risikonya semakin meningkat saat terjadi anomali iklim seperti El Niño," Ucapnya dilansir dari Itera, Jumat, 18 September 2026.
Sementara itu, M. Emron Funaka, Koordinator Perencana Seksi Wilayah III Balai Pengendalian Kebakaran Hutan/Manggala Agni Wilayah Sumatera, menjelaskan pengendalian karhutla dilakukan melalui pencegahan, pemadaman hingga penanganan pascakebakaran.
"Deteksi dini dan pemantauan hotspot menjadi bagian penting untuk mengetahui potensi kebakaran sejak awal," katanya.
Kampanye juga mengenalkan sejumlah platform pemantauan titik panas, seperti SiPongi+ Kementerian Kehutanan, BMKG, NASA FIRMS, dan Global Forest Watch.
Koordinator Prodi Rekayasa Kehutanan, Khoryfatul Munawaroh, mengatakan kegiatan tersebut memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai mitigasi karhutla.
Sementara Wakil Dekan FTI, Dr. Ir. Sena Maulana, menekankan mahasiswa perlu menerapkan pengetahuan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pencegahan karhutla.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....