Robustera Hadir Atasi Ketergantungan Petani pada Cuaca
- 11 Sep 2026 10:11 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Lampung Utara – Ketergantungan petani kopi terhadap kondisi cuaca menjadi salah satu persoalan dalam proses pengeringan hasil panen. Saat hujan atau kelembapan tinggi, pengeringan kopi dapat berlangsung hingga dua minggu dan berisiko memengaruhi kualitas hasil produksi.
Kondisi tersebut mendorong Tim Program Kreativitas Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) mengembangkan Robustera, teknologi pengering kopi hibrida yang menggabungkan energi biomassa dan tenaga surya.
Program ini diterapkan bersama Kelompok Tani Sinarbanten di Desa Gunung Sadar, Kecamatan Abung Tengah, Lampung Utara. Kehadiran teknologi tersebut diharapkan memberi solusi bagi petani agar proses pengeringan tidak sepenuhnya bergantung pada cuaca.
Ketua Tim PKM Itera, Egi Setiawan, mengatakan Robustera memanfaatkan limbah kopi seperti sekam, kulit cangkang, dan kulit ari yang diolah menjadi briket sebagai sumber panas.
"Pemanfaatan limbah tersebut sekaligus menjadi upaya mengurangi ketergantungan bahan bakar serta menekan asap yang berpotensi memengaruhi mutu kopi," Ucapnya dilansir dari Itera, Jumat, 11 September 2026.
Dalam pengoperasiannya, energi surya digunakan untuk mendukung blower, sistem monitoring, dan pemanas tambahan. Suhu ruang pengering juga dikendalikan secara otomatis agar tetap berada pada kondisi yang sesuai untuk proses pengeringan.
"Hasil pengujian menunjukkan Robustera mampu menurunkan kadar air 15 kilogram kopi dari 30,5 persen menjadi 10 persen dalam waktu sekitar dua jam menggunakan 20 briket biomassa," ucapnya.
Mitra, Candra Darussman, menilai teknologi tersebut dapat membantu petani meningkatkan efisiensi pengolahan kopi. Program ini selanjutnya akan mengikuti Penilaian Kemajuan Pelaksanaan PKM sebelum berpeluang melaju ke PIMNAS ke-39 Tahun 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....