Budaya Lokal Jadi Filter Pengaruh Digital

  • 11 Sep 2026 21:20 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Penguatan akar budaya dan literasi Nusantara dinilai penting untuk membantu generasi muda menghadapi beragam pengaruh budaya dari internet. Ketua Komunitas Literasi Budaya Nusantara sekaligus Dosen Universitas Bandar Lampung, Dr. Susanto, mengatakan masyarakat tidak mungkin menutup diri dari perkembangan internet sehingga diperlukan kemampuan menyaring pengaruh yang masuk. Penguatan akar budaya dan literasi Nusantara dinilai penting untuk membantu generasi muda menghadapi beragam pengaruh budaya dari internet. Ketua Komunitas Literasi Budaya Nusantara sekaligus Dosen Universitas Bandar Lampung, Dr. Susanto, mengatakan masyarakat tidak mungkin menutup diri dari perkembangan internet sehingga diperlukan kemampuan menyaring pengaruh yang masuk.

"Internet telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat dan membuat generasi muda terhubung dengan berbagai budaya dari seluruh dunia. Karena itu, langkah yang lebih tepat bukan memutus akses terhadap budaya luar, melainkan memperkuat nilai budaya yang telah dimiliki sejak dini." ujar Susanto

Menurutnya, nilai budaya lokal dapat menjadi “filter” dari dalam diri generasi muda. Di Lampung, salah satu nilai yang dapat ditanamkan adalah falsafah Piil Pesenggiri, yang berkaitan dengan menjaga harga diri dan kehormatan.

Susanto mengatakan ketika nilai tersebut telah tertanam kuat, anak muda akan memiliki pertimbangan sendiri saat menemukan tren atau konten yang tidak sesuai dengan nilai budaya dan jati dirinya. Mereka tetap dapat berinteraksi secara bebas di internet, tetapi mampu menentukan konten yang pantas diikuti maupun yang perlu dihindari.

"Pendidikan budaya juga perlu berjalan beriringan dengan perkembangan teknologi. Anak-anak tidak hanya membutuhkan perangkat digital, tetapi juga pemahaman mengenai bagaimana menggunakan perangkat tersebut dengan bertanggung jawab dan tetap menghormati nilai kesopanan." kata Susanto

Menurut Susanto, penguatan budaya lokal pada akhirnya bukan bertujuan membatasi generasi muda, melainkan membentuk kemampuan untuk memilih. Dengan memiliki akar budaya dan literasi yang kuat, generasi muda diharapkan tetap mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bagian dari masyarakat Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....