Baru Belajar Masak? 7 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Gen Z Pemula tanpa Disadari

  • 30 Agt 2026 14:11 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Memasak sendiri kini semakin banyak dilakukan anak muda, termasuk Gen Z yang mulai tinggal sendiri, ngekos, atau ingin menghemat pengeluaran. Namun, bagi yang baru pertama kali masuk dapur, memasak tidak selalu semudah mengikuti video resep di media sosial.

Kesalahan kecil seperti salah membaca takaran, terlalu percaya pada tampilan makanan di video, menggunakan api terlalu besar, hingga lupa menyiapkan bahan bisa membuat hidangan berakhir gagal. Bahkan, beberapa kebiasaan yang terlihat sepele dapat memengaruhi rasa, tekstur, dan tingkat kematangan makanan.

Meski begitu, gagal memasak merupakan bagian dari proses belajar. Dengan mengetahui kesalahan yang sering dilakukan, Gen Z pemula bisa lebih percaya diri mencoba berbagai menu di rumah.

Berikut lima kesalahan memasak yang sebaiknya dihindari.

1. Langsung Memasak Setelah Menonton Video Resep

Konten memasak di TikTok, Instagram, YouTube, dan berbagai platform lainnya memang bisa menjadi sumber inspirasi. Masalahnya, video berdurasi singkat sering membuat proses memasak terlihat jauh lebih mudah daripada kenyataannya.

Pemula bisa saja langsung menyalakan kompor setelah menonton video tanpa membaca resep secara lengkap. Akibatnya, ada bahan yang terlupa, takaran tidak sesuai, atau tahapan memasak dilakukan dalam urutan yang salah.

Sebelum mulai memasak, baca resep sampai selesai. Catat bahan yang diperlukan, jumlahnya, urutan penggunaannya, serta waktu memasak.

Jangan hanya mengandalkan ingatan dari video karena beberapa tahapan penting bisa saja terlewat.

2. Tidak Menyiapkan Bahan Sebelum Kompor Menyala

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah baru memotong bawang, sayuran, atau bahan lainnya ketika minyak sudah panas.

Kondisi ini cukup berisiko membuat bahan yang sudah berada di wajan terlalu lama dimasak. Bawang bisa gosong, minyak bisa terlalu panas, sementara bahan lain belum siap dimasukkan.

Untuk menghindarinya, siapkan seluruh bahan terlebih dahulu. Potong sayuran, iris bumbu, ukur saus dan bumbu, lalu letakkan semuanya di dekat area memasak.

Cara ini membuat proses memasak lebih teratur dan mengurangi kepanikan ketika harus memasukkan beberapa bahan secara berurutan.

3. Mengira Api Besar Berarti Masakan Lebih Cepat Matang

Bagi pemula, menaikkan api mungkin terlihat seperti cara paling mudah untuk mempercepat proses memasak. Padahal, api besar tidak selalu membuat makanan matang lebih cepat secara merata.

Bagian luar makanan dapat cepat gosong sementara bagian dalamnya masih mentah. Bumbu yang ditumis juga bisa terbakar sebelum mengeluarkan aroma yang diinginkan.

Gunakan api sesuai kebutuhan masakan. Api sedang dapat digunakan untuk banyak proses menumis, sedangkan api kecil lebih sesuai untuk makanan yang membutuhkan waktu pemasakan lebih lama.

Perhatikan perubahan warna, aroma, tekstur, dan tingkat kematangan makanan. Jangan hanya berpatokan pada durasi yang tercantum dalam resep karena setiap kompor dan peralatan masak dapat menghasilkan panas yang berbeda.

4. Terlalu Percaya pada Takaran “Secukupnya”

Istilah “secukupnya” dalam resep bisa membingungkan bagi orang yang baru belajar memasak.

Bagi seseorang yang sudah terbiasa memasak, menambahkan garam atau bumbu berdasarkan perkiraan mungkin terasa mudah. Namun, bagi pemula, cara tersebut dapat membuat rasa makanan terlalu asin, terlalu manis, atau justru hambar.

Untuk menu pertama, gunakan takaran yang lebih terukur. Setelah memahami karakter bahan dan rasa yang diinginkan, barulah penyesuaian dapat dilakukan sesuai selera.

Jangan langsung menambahkan banyak bumbu sekaligus. Tambahkan sedikit demi sedikit, kemudian cicipi jika makanan sudah aman untuk dicicipi.

5. Tidak Mencicipi Masakan Sebelum Disajikan

Kesalahan terakhir adalah langsung mematikan kompor dan menyajikan makanan tanpa mengecek rasanya.

Padahal, rasa masakan dapat berubah selama proses memasak. Kuah bisa menyusut sehingga rasa menjadi lebih kuat, sementara bahan tertentu dapat menyerap bumbu.

Jika memungkinkan dan aman, cicipi makanan menjelang akhir proses memasak. Dari sana, rasa asin, manis, asam, pedas, atau gurih dapat disesuaikan.

Gunakan sendok bersih setiap kali mencicipi agar kebersihan makanan tetap terjaga.

6. Jangan Terlalu Terpaku pada Tampilan di Media Sosial

Bagi Gen Z, media sosial menjadi salah satu tempat utama untuk mencari inspirasi makanan. Foto dan video makanan yang terlihat sempurna memang bisa membuat seseorang tertarik mencoba.

Namun, hasil masakan di rumah tidak harus langsung terlihat seperti yang ada di layar. Perbedaan alat masak, bahan, ukuran porsi, suhu, hingga pengalaman memasak dapat memengaruhi hasil akhir.

Karena itu, jangan langsung menganggap masakan gagal hanya karena tampilannya tidak sempurna. Selama makanan matang dengan baik dan rasanya sesuai, proses tersebut sudah menjadi bagian dari pembelajaran.

7. Mulai dari Menu yang Sederhana

Pemula tidak perlu langsung mencoba hidangan dengan banyak bahan dan teknik rumit. Mulailah dari menu sederhana seperti telur dadar, tumis sayuran, nasi goreng, sup, pasta, atau ayam tumis.

Menu sederhana dapat membantu mengenali fungsi dasar kompor, wajan, pisau, serta berbagai bumbu. Setelah semakin terbiasa, tingkat kesulitan resep bisa ditingkatkan secara bertahap.

Kesalahan yang terjadi juga sebaiknya dijadikan catatan. Jika masakan terlalu asin, terlalu matang, atau kurang bumbu, ingat penyebabnya dan lakukan perbaikan pada percobaan berikutnya.

8. Memasak Sendiri Bisa Jadi Keterampilan Penting

Bagi Gen Z yang baru mulai hidup mandiri, kemampuan memasak bukan hanya soal menghasilkan makanan yang enak. Memasak juga dapat membantu mengatur pengeluaran dan membuat seseorang lebih memahami bahan makanan yang dikonsumsi.

Tidak perlu takut gagal ketika pertama kali mencoba. Masakan yang terlalu asin atau sayuran yang terlalu matang bukan akhir dari segalanya. Justru dari kesalahan tersebut, kemampuan memasak dapat berkembang.

Kuncinya adalah tidak terburu-buru, membaca resep dengan teliti, menyiapkan bahan sebelum memasak, mengatur api, menggunakan bumbu secara bertahap, dan selalu mengecek hasil masakan sebelum disajikan.

Dengan latihan yang konsisten, dapur yang awalnya terasa membingungkan bisa berubah menjadi tempat untuk bereksperimen dan menemukan menu favorit sendiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....