Rawat Kulit saat Musim Panas, Cegah Kerusakan akibat Sinar Matahari

  • 26 Agt 2026 06:30 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Musim panas dan cuaca terik membuat tubuh lebih sering terpapar sinar matahari. Kondisi ini tidak hanya dapat menyebabkan rasa gerah dan dehidrasi, tetapi juga memberikan dampak terhadap kesehatan kulit.

Paparan sinar ultraviolet atau UV yang berlebihan dapat membuat kulit mengalami kemerahan, terbakar, kering, kusam, hingga muncul tanda-tanda penuaan lebih cepat. Dalam jangka panjang, paparan UV yang tidak terlindungi juga dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker kulit.

Karena itu, menjaga kesehatan kulit menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi masyarakat yang banyak melakukan aktivitas di luar ruangan.

Gunakan Tabir Surya

Salah satu cara utama untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV adalah menggunakan tabir surya atau sunscreen. Produk ini sebaiknya digunakan sebelum beraktivitas di luar ruangan dan diaplikasikan secara merata pada bagian tubuh yang terpapar matahari.

Pemilihan sunscreen juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan. Masyarakat dapat memilih produk yang memiliki perlindungan terhadap UVA dan UVB serta memiliki SPF yang memadai untuk aktivitas sehari-hari.

Penggunaan sunscreen tidak hanya diperlukan ketika berada di pantai atau melakukan kegiatan di bawah terik matahari. Paparan sinar matahari juga dapat terjadi saat berkendara, berjalan kaki, berolahraga, maupun melakukan aktivitas sehari-hari di luar rumah.

Sunscreen juga perlu diaplikasikan kembali secara berkala. Keringat, air, maupun aktivitas yang membuat kulit sering bergesekan dapat mengurangi perlindungan yang diberikan produk tersebut.

Lindungi Kulit dengan Pakaian

Perlindungan terhadap kulit tidak hanya mengandalkan sunscreen. Penggunaan pakaian yang menutupi kulit juga dapat menjadi langkah tambahan untuk mengurangi paparan sinar matahari.

Masyarakat dapat menggunakan pakaian berlengan panjang, topi dengan bagian tepi yang cukup lebar, serta kacamata hitam ketika berada di luar ruangan. Pemilihan pakaian yang nyaman dan memiliki bahan yang sesuai dengan kondisi cuaca juga penting agar tubuh tidak mudah kepanasan.

Bagi masyarakat yang bekerja di luar ruangan, perlindungan tersebut menjadi semakin penting karena durasi paparan matahari biasanya lebih lama dibandingkan aktivitas di dalam ruangan.

Jangan Lupakan Kelembapan Kulit

Cuaca panas dan paparan matahari dapat membuat kulit kehilangan kelembapannya. Kondisi tersebut dapat membuat kulit terasa kering, kasar, atau bahkan mengelupas, terutama jika tubuh kekurangan cairan.

Untuk menjaga kelembapan, masyarakat dapat menggunakan pelembap yang sesuai dengan jenis kulit. Pelembap membantu menjaga lapisan pelindung kulit sehingga kulit tetap terasa lembut dan tidak mudah mengalami kekeringan.

Selain perawatan dari luar, kebutuhan cairan tubuh juga harus diperhatikan. Minum air secara cukup membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, terutama ketika cuaca panas menyebabkan tubuh lebih banyak mengeluarkan keringat.

Perhatikan Waktu Beraktivitas di Luar Ruangan

Mengatur waktu aktivitas di luar ruangan juga dapat membantu mengurangi paparan sinar UV. Ketika memungkinkan, masyarakat dapat menghindari paparan matahari secara langsung pada waktu ketika intensitas sinar UV sedang tinggi.

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, usahakan mencari tempat teduh secara berkala. Penggunaan payung atau perlengkapan pelindung lainnya juga dapat menjadi pilihan untuk mengurangi paparan langsung sinar matahari.

Namun, perlindungan berupa tempat teduh tidak berarti seseorang sepenuhnya terbebas dari paparan UV. Sinar matahari masih dapat mengenai kulit melalui pantulan dari permukaan tertentu, sehingga penggunaan perlindungan tambahan tetap diperlukan.

Jangan Abaikan Kulit Setelah Terpapar Matahari

Perawatan kulit juga perlu dilakukan setelah beraktivitas di bawah sinar matahari. Setelah berkeringat atau terkena debu, kulit dapat dibersihkan dengan cara yang lembut agar kotoran tidak menumpuk.

Hindari menggosok kulit terlalu keras, terutama ketika kulit sedang terasa perih atau kemerahan akibat paparan matahari. Penggunaan pelembap dapat membantu memberikan rasa nyaman pada kulit yang mengalami kekeringan.

Jika kulit mengalami kemerahan atau rasa terbakar yang cukup parah, muncul lepuhan, atau keluhan tidak kunjung membaik, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Kenali Tanda Kulit Mengalami Masalah

Perubahan pada kulit juga perlu diperhatikan. Kulit yang terus-menerus mengalami kemerahan, luka yang sulit sembuh, atau muncul perubahan pada tahi lalat maupun bercak kulit sebaiknya tidak diabaikan.

Pemeriksaan kepada tenaga kesehatan diperlukan apabila terdapat perubahan kulit yang mencurigakan atau keluhan yang menetap. Deteksi dan penanganan lebih awal dapat membantu mencegah masalah kulit menjadi lebih serius.

Menjaga kesehatan kulit selama musim panas pada dasarnya tidak harus dilakukan dengan perawatan yang rumit. Perlindungan dari sinar matahari, penggunaan sunscreen, pakaian pelindung, menjaga kelembapan, mencukupi kebutuhan cairan, serta memperhatikan waktu beraktivitas di luar ruangan merupakan beberapa langkah yang dapat dilakukan setiap hari.

Dengan kebiasaan tersebut, masyarakat dapat tetap menjalankan berbagai aktivitas selama musim panas tanpa mengabaikan kesehatan kulit. Perlindungan yang dilakukan secara konsisten juga menjadi investasi penting untuk menjaga kondisi kulit dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....