Komunitas Taman Baca Masyarakat Dorong Budaya Literasi lewat Menulis Cerita
- 16 Agt 2026 19:01 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Peran komunitas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kabupaten Way Kanan terus berkembang dalam mendorong budaya baca dan literasi di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan privat kelas menulis cerita yang memberikan pendampingan kepada masyarakat umum untuk mengembangkan ide, pengalaman, dan gagasan menjadi sebuah karya cerita.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya TBM untuk menghadirkan ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat. Peserta tidak hanya diajak untuk membaca, tetapi juga didorong untuk menuangkan hasil pemikiran dan pengalaman mereka melalui tulisan.
Eko Prasetyo, selaku Pengelola Taman Bacaan Masyarakat SKB Way Kanan, menjadi narasumber dalam kegiatan privat kelas menulis cerita tersebut. Pendampingan dilakukan dengan memberikan arahan kepada peserta dalam proses menemukan ide, mengembangkan alur, membangun karakter, hingga menyusun cerita agar lebih menarik dan mudah dipahami pembaca.
Kelas menulis ini terbuka bagi masyarakat umum. Kehadiran peserta dengan latar belakang yang beragam menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif. Setiap orang memiliki pengalaman dan cerita yang berbeda, sehingga kegiatan menulis dapat menjadi sarana untuk mengolah pengalaman tersebut menjadi karya yang memiliki nilai bagi diri sendiri maupun pembaca.
Selain menghasilkan tulisan, kegiatan ini memiliki tujuan yang lebih luas, yakni membangun minat baca dan meningkatkan kemampuan literasi masyarakat. Kebiasaan membaca diharapkan dapat berjalan beriringan dengan kemampuan menulis, karena keduanya merupakan bagian yang saling melengkapi dalam proses pengembangan literasi.
Melalui privat kelas menulis cerita, komunitas TBM Kabupaten Way Kanan juga berupaya menunjukkan bahwa literasi bukan sekadar kegiatan membaca buku, melainkan sebuah proses untuk berpikir, berkreasi, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Ruang-ruang seperti kelas menulis dapat menjadi tempat masyarakat bertemu, belajar, saling berbagi pengalaman, sekaligus menemukan kepercayaan diri untuk menyampaikan gagasan melalui tulisan.
Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak penulis dari kalangan masyarakat umum. Cerita-cerita yang lahir dari lingkungan masyarakat juga berpotensi menjadi dokumentasi pengalaman, budaya, dan kehidupan lokal yang dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. Kegiatan ini diharapkan terus menyulam cerita dari satu pengalaman ke pengalaman lainnya, dari satu tulisan ke tulisan berikutnya. Setiap cerita yang ditulis merupakan satu benang yang memperkaya kain literasi masyarakat Way Kanan. Dengan membaca, menulis, dan berbagi cerita, komunitas TBM diharapkan dapat terus menyulam ruang literasi yang hidup, sehingga semakin banyak masyarakat berani menulis, gemar membaca, dan percaya bahwa setiap orang memiliki cerita yang layak untuk disampaikan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....