Moderasi Beragama Hadapi Era Algoritma Digital
- 05 Agt 2026 19:05 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Dr. Abd. Qohar, M.Si., Kapus Moderasi UIN Raden Intan Lampung, mengajak masyarakat untuk menjaga kesejukan narasi keagamaan di ruang digital. Menurutnya, perkembangan algoritma media sosial membuat setiap informasi menyebar dengan sangat cepat sehingga pengguna internet harus lebih bijak dalam membuat maupun menyebarkan konten.
" Agama hadir sebagai pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan. Karena itu, nilai-nilai agama semestinya menjadi dasar dalam membangun komunikasi yang santun, termasuk di media digital." kata Qohar.
Menurut Dr. Abd. Qohar, M.Si., ruang digital bukan lagi sekadar tempat berbagi informasi, tetapi telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memengaruhi pola pikir masyarakat. Oleh sebab itu, setiap unggahan dan komentar harus mempertimbangkan dampaknya terhadap persatuan bangsa.
" Narasi yang mengandung ujaran kebencian, provokasi, maupun hoaks dapat memicu konflik sosial dan merusak kerukunan antarumat beragama. Karena itu, masyarakat harus lebih selektif sebelum membagikan informasi." ujar Qohar.
Ia juga mengingatkan bahwa moderasi beragama tidak berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan menghormati hak setiap orang dalam menjalankan agamanya serta membangun hubungan sosial yang harmonis.
Melalui pendekatan tersebut, ia berharap masyarakat mampu menjadikan ruang digital sebagai media edukasi yang menumbuhkan toleransi, memperkuat persaudaraan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....