Fenomena FOMO dan Cara Mengatasinya
- 28 Jul 2026 11:38 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Di era media sosial, informasi bergerak sangat cepat dan hampir semua aktivitas dapat dibagikan hanya dalam hitungan detik. Mulai dari liburan, pencapaian karier, tren terbaru, hingga gaya hidup seseorang dapat dengan mudah dilihat oleh siapa saja. Kondisi ini memunculkan fenomena yang dikenal sebagai Fear of Missing Out atau FOMO, yaitu perasaan takut tertinggal informasi, pengalaman, atau kesempatan yang sedang dinikmati orang lain. Jika tidak dikelola dengan baik, FOMO dapat memengaruhi kesehatan mental dan kualitas hidup seseorang.
FOMO biasanya ditandai dengan keinginan untuk terus memeriksa media sosial, merasa cemas ketika tidak mengetahui tren terbaru, atau membandingkan kehidupan diri sendiri dengan kehidupan orang lain. Akibatnya, seseorang dapat merasa kurang puas dengan apa yang dimiliki, meskipun sebenarnya kehidupannya berjalan dengan baik. Kebiasaan membandingkan diri secara terus-menerus juga dapat menurunkan rasa percaya diri dan memicu stres.
Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga dapat memengaruhi produktivitas. Seseorang yang terlalu sering membuka media sosial karena takut ketinggalan informasi akan lebih sulit berkonsentrasi saat belajar atau bekerja. Bahkan, waktu istirahat pun sering terganggu karena keinginan untuk terus mengikuti aktivitas orang lain melalui layar ponsel. Jika berlangsung dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat menyebabkan kelelahan mental dan menurunkan kualitas tidur.
Salah satu cara mengatasi FOMO adalah dengan membatasi waktu penggunaan media sosial. Menentukan jadwal khusus untuk membuka aplikasi, mematikan notifikasi yang tidak penting, atau melakukan digital detox secara berkala dapat membantu mengurangi dorongan untuk terus memeriksa ponsel. Selain itu, penting untuk mengingat bahwa apa yang terlihat di media sosial umumnya hanya menampilkan sisi terbaik dari kehidupan seseorang, bukan keseluruhan kenyataan yang mereka alami.
Mengalihkan perhatian pada aktivitas yang memberikan manfaat juga menjadi langkah yang efektif. Mengembangkan hobi, berolahraga, membaca buku, menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman, serta menetapkan tujuan pribadi dapat membantu seseorang lebih fokus pada perkembangan diri daripada membandingkan hidup dengan orang lain. Bersyukur atas pencapaian sendiri, sekecil apa pun, juga dapat meningkatkan rasa puas dan kebahagiaan.
Pada akhirnya, FOMO merupakan hal yang wajar dialami di tengah derasnya arus informasi digital. Namun, jangan sampai rasa takut tertinggal membuat kita lupa menikmati kehidupan yang sedang dijalani. Dengan menggunakan media sosial secara bijak, membangun kebiasaan yang sehat, dan lebih fokus pada tujuan serta kebahagiaan diri sendiri, kita dapat mengurangi dampak FOMO dan menjalani kehidupan dengan lebih tenang, seimbang, dan bermakna.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....