Puluhan Paten Siap Didorong menuju Hilirisasi Industri Nasional

  • 24 Jul 2026 21:57 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Lampung Selatan - Sebanyak 62 paten yang dimiliki Institut Teknologi Sumatera (Itera) telah dipetakan sebagai inovasi yang berpotensi dikomersialkan melalui Pusat Implementasi Inovasi (PII). Selain itu, pada 2026 terdapat enam invensi yang memperoleh pendanaan untuk mempercepat proses hilirisasi hasil penelitian.

Kepala LPMPP Itera, Dr. Ikah Ning Prasetiowati Permanasari, S.Si., M.Si., mengatakan kampus saat ini memiliki sekitar 700 dosen dan lebih dari 22 ribu mahasiswa.

"Potensi sumber daya tersebut diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan sektor industri," ujarnya dilansir dari Itera, Jumat, 24 Juli 2026.

Edi mengungkapkan, dari sekitar 6.000 paten yang dimiliki BRIN, baru sekitar 170 paten atau 3–4 persen yang telah dilisensikan. Rendahnya angka tersebut dipengaruhi berbagai tantangan, mulai dari kesiapan teknologi, orientasi pasar, pendanaan lanjutan, regulasi, kapasitas sumber daya manusia, hingga kolaborasi yang belum optimal.

Sementara itu, BRIN mendorong penguatan ekosistem inovasi melalui sinergi antara perguruan tinggi, lembaga riset, industri, pemerintah, dan investor. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset, meningkatkan daya saing industri nasional, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dalam Workshop Transfer Teknologi, Direktur Alih dan Sistem Audit Teknologi BRIN, Dr. Edi Hilmawan, B.Eng., M.Eng., menilai hasil riset akan kehilangan nilai apabila tidak terhubung dengan kebutuhan industri. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menjembatani penelitian dengan pasar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....