Itera Latih Petani Olah Limbah Menjadi Pupuk Organik Berkelanjutan

  • 09 Jul 2026 13:19 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Institut Teknologi Sumatera (Itera) memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dari limbah pertanian kepada masyarakat Desa Pulau Pahawang, Kabupaten Pesawaran, Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung hingga Desember 2026.

Ketua Tim PkM Itera, Dr. Elsa Windiastuti, S.TP., M.Si., mengatakan pelatihan bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang ramah lingkungan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

"Limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal memiliki potensi menjadi pupuk organik yang mampu meningkatkan kesuburan tanah dan mendukung produktivitas pertanian berkelanjutan," katanya kepada RRI melalui Whatsapp, Kamis, 9 Juli 2026.

Dalam pelatihan, peserta memperoleh materi mengenai pengelolaan limbah pertanian, manfaat pupuk organik, hingga praktik langsung pembuatan pupuk menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Ia menjelaskan, program pengabdian tidak berhenti pada tahap pelatihan. Hingga Desember 2026, tim akan melakukan pendampingan, monitoring, dan evaluasi guna memastikan masyarakat mampu menerapkan teknologi sederhana tersebut secara mandiri.

Dirinya berharap kegiatan tersebut menjadi contoh penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sesuai dengan potensi lokal sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian di Desa Pulau Pahawang.

Kepala Desa Pulau Pahawang, Ahmad Salim, mengapresiasi dipilihnya desa tersebut sebagai lokasi pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, pelatihan memberikan pengetahuan baru bagi petani dalam memanfaatkan limbah pertanian menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada tim Pengabdian kepada Masyarakat Itera yang telah memilih Desa Pulau Pahawang sebagai lokasi kegiatan. Kami berharap ilmu yang diperoleh masyarakat dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menjaga kelestarian lingkungan desa," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....