Media Sosial Tantangan Moderasi Beragama Nasional

  • 08 Jul 2026 14:14 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Perkembangan media sosial menjadi salah satu tantangan terbesar dalam menjaga kerukunan umat beragama di Indonesia. Tokoh agama didorong untuk lebih aktif memanfaatkan platform digital sebagai ruang dakwah yang mampu menghadirkan pesan-pesan damai sekaligus menangkal penyebaran konten provokatif dan paham ekstrem.

Kapus Moderasi UIN Raden Intan Lampung, Dr. Abd. Qohar, M.Si., mengatakan masyarakat, khususnya generasi muda, kini lebih banyak memperoleh informasi melalui media sosial dibandingkan pengajian atau pertemuan secara langsung. Kondisi tersebut membuat tokoh agama harus mampu menyesuaikan metode dakwah dengan perkembangan teknologi agar pesan moderasi beragama tetap menjangkau masyarakat luas.

" Media sosial tidak hanya dipenuhi informasi positif, tetapi juga berbagai narasi yang mengandung klaim kebenaran sepihak, provokasi, hingga ajaran yang berpotensi memecah belah persatuan. Karena itu, masyarakat perlu dibekali kemampuan memilah informasi serta meningkatkan literasi digital agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang menyesatkan." ujar Qohar.

Selain menghadapi tantangan di ruang digital, Dr. Abd. Qohar, M.Si. juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya lokal sebagai bagian dari identitas bangsa. Ia menilai nilai-nilai budaya daerah yang selaras dengan ajaran agama perlu terus dilestarikan agar tidak tergerus oleh pengaruh budaya luar yang berlebihan.

" Penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama, tetapi juga memerlukan dukungan pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, hingga media massa. Kolaborasi seluruh pihak dinilai penting dalam membangun masyarakat yang toleran, cinta tanah air, dan menghargai keberagaman sebagai kekuatan bangsa." kata Qohar

Dr. Abd. Qohar, M.Si. mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dengan menjunjung tinggi nilai kebangsaan, toleransi, anti-kekerasan, dan penghormatan terhadap tradisi lokal. Menurutnya, apabila tokoh agama mampu menjalankan peran secara produktif di ruang nyata maupun digital, maka kehidupan masyarakat yang damai, harmonis, dan rukun akan semakin kokoh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....