Jangan Remehkan Lele! Berikut 7 Jenis Ikan Kaya DHA untuk Perkembangan Otak Anak

  • 30 Jun 2026 12:22 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung : Asupan gizi yang tepat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung tumbuh kembang anak, terutama pada masa emas perkembangan otak. Salah satu nutrisi yang memiliki peran besar adalah Docosahexaenoic Acid (DHA), yaitu asam lemak omega-3 yang berfungsi membantu pembentukan sel-sel otak, menjaga fungsi saraf, serta mendukung kemampuan belajar dan daya ingat anak.

Tubuh manusia hanya mampu memproduksi DHA dalam jumlah yang sangat terbatas. Karena itu, kebutuhan DHA sebaiknya dipenuhi melalui makanan, terutama dari ikan laut maupun beberapa jenis ikan air tawar yang mengandung lemak sehat.

Selama ini, banyak masyarakat menganggap salmon sebagai sumber DHA terbaik. Padahal, terdapat berbagai jenis ikan lain yang lebih mudah ditemukan di pasar tradisional maupun supermarket di Indonesia dengan kandungan DHA yang juga tinggi.

Berikut beberapa jenis ikan yang dapat menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan DHA anak.

1. Ikan Kembung

Ikan kembung dikenal sebagai salah satu ikan dengan kandungan omega-3 yang sangat tinggi. Bahkan, kandungan DHA dan EPA pada ikan ini sering disebut mampu menyaingi ikan salmon.

Selain kaya DHA, ikan kembung juga mengandung protein berkualitas tinggi, vitamin D, vitamin B12, selenium, serta yodium yang dibutuhkan tubuh. Harganya yang relatif terjangkau menjadikan ikan ini sebagai pilihan ideal untuk menu harian keluarga.

2. Ikan Sarden

Sarden merupakan ikan berukuran kecil yang kaya akan DHA, EPA, protein, kalsium, fosfor, dan vitamin D.

Ikan ini dapat dikonsumsi dalam bentuk segar maupun olahan kalengan. Namun, jika memilih sarden kalengan, masyarakat disarankan memperhatikan kandungan garam dan gula agar tetap sesuai dengan kebutuhan gizi anak.

3. Ikan Tuna

Tuna menjadi salah satu sumber protein dan omega-3 yang cukup populer. Kandungan DHA di dalamnya membantu mendukung perkembangan fungsi otak sekaligus menjaga kesehatan mata.

Tuna juga mengandung vitamin B kompleks, selenium, dan zat besi yang berperan dalam pembentukan energi dan daya tahan tubuh. Untuk anak-anak, konsumsi tuna sebaiknya tetap dilakukan secara bervariasi dengan jenis ikan lain.

4. Ikan Salmon

Salmon tetap menjadi salah satu sumber DHA terbaik karena mengandung asam lemak omega-3 dalam jumlah tinggi.

Selain DHA, salmon juga kaya protein, vitamin D, vitamin B12, kalium, serta antioksidan alami yang bermanfaat menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. Meski harganya relatif lebih mahal, salmon dapat menjadi pilihan menu sesekali bagi keluarga.

5. Ikan Bandeng

Bandeng merupakan ikan yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang gurih, bandeng mengandung omega-3, protein, vitamin A, vitamin D, serta berbagai mineral penting.

Kini, bandeng tanpa duri semakin mudah ditemukan sehingga lebih praktis disajikan untuk anak-anak.

6. Ikan Tongkol

Tongkol menjadi alternatif ikan laut yang memiliki kandungan protein tinggi serta omega-3 yang cukup baik.

Selain mendukung perkembangan otak, tongkol juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12, selenium, dan fosfor yang penting bagi pertumbuhan anak. Pengolahannya pun cukup beragam, mulai dari dikukus, dipanggang, hingga dibuat sup.

7. Ikan Lele

Meski termasuk ikan air tawar, lele tetap mengandung omega-3 dalam jumlah yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan proteinnya yang tinggi juga membantu pertumbuhan jaringan tubuh anak.

Lele mudah ditemukan dengan harga yang ekonomis sehingga menjadi salah satu pilihan lauk bergizi bagi keluarga Indonesia.

Mengapa DHA Penting untuk Anak?

DHA merupakan komponen utama penyusun membran sel otak dan retina mata. Nutrisi ini berperan dalam mendukung kemampuan berpikir, konsentrasi, memori, serta perkembangan sistem saraf.

Pada masa pertumbuhan, kebutuhan DHA menjadi lebih penting karena otak berkembang sangat pesat, terutama pada lima tahun pertama kehidupan. Kekurangan asupan DHA dapat memengaruhi proses belajar, kemampuan kognitif, dan perkembangan penglihatan.

Namun, DHA bukan satu-satunya nutrisi yang dibutuhkan anak. Pertumbuhan optimal juga memerlukan asupan protein, zat besi, yodium, kolin, vitamin D, kalsium, zinc, serta pola makan yang seimbang.

Tips Mengolah Ikan agar Kandungan Gizinya Tetap Terjaga

Agar kandungan DHA tidak banyak berkurang, ikan sebaiknya diolah menggunakan metode yang lebih sehat, seperti dikukus, direbus, dipanggang, atau ditumis dengan sedikit minyak.

Menggoreng ikan pada suhu yang terlalu tinggi dalam waktu lama dapat mengurangi sebagian kandungan lemak sehat. Selain itu, hindari penggunaan minyak yang dipakai berulang kali.

Orang tua juga disarankan menyajikan variasi jenis ikan setiap minggu agar anak memperoleh beragam nutrisi dan tidak mudah bosan.

Memasukkan ikan ke dalam menu harian sejak dini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan DHA, tetapi juga membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi sebagai bagian dari pola hidup sehat. Dengan pilihan ikan yang beragam dan mudah ditemukan di Indonesia, memenuhi kebutuhan nutrisi untuk mendukung perkembangan otak anak bukan lagi hal yang sulit.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....