Belum 30 Tahun Tapi Sudah Beruban? Ini Penyebab Rambut Memutih Lebih Cepat

  • 30 Jun 2026 12:20 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung :

Memiliki uban sering kali dianggap sebagai tanda bertambahnya usia. Namun, belakangan ini tidak sedikit remaja hingga orang dewasa muda yang mulai menemukan helai rambut putih di usia belasan atau dua puluhan tahun. Kondisi ini pun kerap menimbulkan pertanyaan, apakah normal jika uban muncul lebih awal?

Faktanya, tumbuhnya uban di usia muda bukanlah hal yang langka. Warna rambut ditentukan oleh pigmen melanin yang diproduksi oleh sel melanosit di dalam folikel rambut. Ketika produksi melanin mulai berkurang atau berhenti, rambut yang tumbuh akan kehilangan warna alaminya dan berubah menjadi abu-abu hingga putih.

Lantas, apa saja yang menyebabkan uban muncul lebih cepat?

Faktor Genetik Menjadi Penyebab Utama

Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi munculnya uban di usia muda adalah genetik. Jika orang tua atau anggota keluarga mulai beruban sejak usia muda, kemungkinan besar kondisi serupa juga dapat terjadi pada anak.

Gen berperan dalam menentukan kapan produksi melanin mulai menurun. Karena itu, seseorang yang menjalani pola hidup sehat sekalipun tetap berpotensi mengalami uban dini apabila memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang sama.

Stres Berkepanjangan Dapat Mempercepat Munculnya Uban

Kesibukan kuliah, tekanan pekerjaan, masalah finansial, hingga persoalan pribadi dapat memicu stres berkepanjangan. Kondisi ini diduga berpengaruh terhadap kesehatan folikel rambut.

Saat tubuh mengalami stres terus-menerus, keseimbangan berbagai hormon dan sel di dalam tubuh ikut terganggu. Dampaknya, sel penghasil pigmen rambut dapat mengalami penurunan fungsi sehingga rambut lebih cepat kehilangan warnanya.

Meski demikian, stres bukan satu-satunya penyebab uban. Faktor ini lebih sering berperan sebagai pemicu yang mempercepat proses yang memang sudah dipengaruhi oleh faktor lain.

Kekurangan Nutrisi Berpengaruh pada Kesehatan Rambut

Tubuh membutuhkan berbagai vitamin dan mineral agar rambut tetap sehat. Kekurangan vitamin B12, zat besi, vitamin D, tembaga, folat, maupun zinc dapat memengaruhi pertumbuhan rambut, termasuk proses pembentukan pigmen.

Pola makan yang tidak seimbang, terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji, atau menjalani diet ekstrem tanpa pengawasan dapat meningkatkan risiko terjadinya kekurangan nutrisi tersebut.

Selain menyebabkan uban, kondisi ini juga dapat membuat rambut menjadi lebih tipis, mudah patah, dan rontok.

Kebiasaan Merokok

Merokok tidak hanya berdampak pada kesehatan paru-paru dan jantung, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan rambut.

Berbagai zat kimia dalam rokok dapat meningkatkan stres oksidatif di dalam tubuh. Akibatnya, sel-sel yang berperan menghasilkan pigmen rambut lebih cepat mengalami kerusakan sehingga uban muncul lebih awal dibandingkan usia seharusnya.

Paparan Radikal Bebas

Polusi udara, paparan sinar ultraviolet, kurang tidur, hingga gaya hidup yang tidak sehat dapat meningkatkan jumlah radikal bebas dalam tubuh.

Jika jumlah radikal bebas berlebihan, tubuh mengalami stres oksidatif yang dapat merusak berbagai sel, termasuk melanosit yang bertugas memproduksi melanin.

Karena itu, menjaga pola hidup sehat juga berperan dalam mempertahankan kesehatan rambut dalam jangka panjang.

Kondisi Medis Tertentu

Pada sebagian orang, uban dini juga dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti gangguan tiroid, penyakit autoimun, atau kelainan pigmen yang memengaruhi produksi melanin.

Meski kasus ini tidak sebanyak faktor genetik maupun gaya hidup, pemeriksaan kesehatan dapat dipertimbangkan apabila uban muncul sangat cepat disertai gejala lain, seperti rambut rontok berlebihan, mudah lelah, atau perubahan kondisi tubuh lainnya.

Apakah Uban Bisa Dicegah?

Tidak semua uban dapat dicegah, terutama jika penyebab utamanya adalah faktor keturunan. Namun, beberapa kebiasaan sehat dapat membantu menjaga kesehatan rambut dan memperlambat proses penurunan pigmen, antara lain:

  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral.
  • Mengelola stres dengan baik melalui olahraga, tidur yang cukup, atau aktivitas yang menyenangkan.
  • Menghindari kebiasaan merokok.
  • Melindungi rambut dari paparan sinar matahari berlebihan.
  • Menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh melalui gaya hidup aktif.
Perlukah Mencabut Uban?

Masih banyak anggapan bahwa mencabut satu helai uban akan membuat uban lain tumbuh lebih banyak. Faktanya, hal tersebut hanyalah mitos.

Mencabut uban tidak menyebabkan jumlah uban bertambah. Namun, kebiasaan ini justru dapat merusak folikel rambut apabila dilakukan berulang kali. Dalam jangka panjang, rambut di area tersebut berisiko tumbuh lebih tipis atau bahkan berhenti tumbuh.

Jika merasa terganggu dengan penampilan uban, mewarnai rambut atau memotongnya menjadi pilihan yang lebih aman dibandingkan mencabutnya.

Uban di Usia Muda Tidak Selalu Menandakan Penyakit

Munculnya uban sebelum usia 30 tahun memang dapat membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. Namun, kondisi ini umumnya merupakan bagian dari variasi biologis setiap individu dan tidak selalu menjadi tanda adanya penyakit serius.

Yang terpenting adalah memperhatikan apakah uban disertai keluhan kesehatan lain. Jika rambut memutih muncul sangat cepat, disertai kerontokan berat atau gejala lain yang mengganggu, pemeriksaan ke fasilitas kesehatan dapat membantu mengetahui penyebab yang mendasarinya.

Dengan memahami faktor penyebabnya, masyarakat, khususnya generasi muda, dapat lebih bijak dalam menjaga kesehatan rambut melalui pola hidup sehat, asupan gizi yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....