Malam Susah Tidur, Pagi Susah Bangun

  • 26 Mei 2026 12:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.Co.ID, Bandarlampung - Banyak orang merasa aneh karena malam susah tidur, tapi pagi juga susah bangun. Padahal logikanya, kalau kurang tidur harusnya lebih gampang tertidur lebih cepat. Ternyata, pola ini cukup umum dan berkaitan dengan kebiasaan tubuh serta cara kerja otak.

Salah satu penyebab utamanya adalah penggunaan gadget sebelum tidur. Cahaya biru dari layar HP dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yaitu hormon yang membantu tubuh merasa mengantuk. Akibatnya, otak tetap merasa “siang” meski waktu sudah larut malam.

Selain itu, banyak orang mengalami overthinking saat malam hari. Ketika suasana mulai sepi, otak justru jadi lebih aktif memikirkan pekerjaan, hubungan, atau hal-hal kecil lainnya. Kondisi ini membuat tubuh lelah, tapi pikiran tetap terjaga sehingga tidur jadi lebih sulit.

Sementara saat pagi tiba, tubuh belum mendapatkan kualitas tidur yang cukup. Siklus tidur menjadi berantakan dan otak terasa masih lelah ketika alarm berbunyi. Karena itu, bangun pagi terasa berat meski sudah tidur berjam-jam.

Penelitian tentang kesehatan tidur juga menunjukkan bahwa jam tidur yang tidak konsisten bisa mengacaukan ritme biologis tubuh. Makanya, semakin sering begadang, tubuh justru semakin sulit tidur tepat waktu dan semakin sulit bangun di pagi hari.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....