Neraca Perdagangan Luar Negeri Lampung Maret 2026 Surplus 263,20 Juta Dolar AS

  • 06 Mei 2026 09:50 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatatkan kinerja positif pada neraca perdagangan luar negeri periode Maret 2026 dengan perolehan surplus sebesar US$263,20 juta. Meskipun tetap berada pada tren surplus, angka ini menunjukkan adanya perlambatan jika dibandingkan dengan capaian pada bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Nilai ekspor Lampung pada Maret 2026 menyentuh angka US$388,42 juta, yang menandakan adanya penurunan secara tahunan sebesar 32,81 persen. Secara kumulatif, total ekspor selama triwulan pertama tahun 2026 mencapai US$1.380,87 juta atau terkoreksi 12,24 persen dibandingkan periode Januari hingga Maret 2025.

Aktivitas pengiriman barang keluar negeri masih didominasi melalui pelabuhan di wilayah Lampung dengan persentase mencapai 83,38 persen. Sementara itu, sisanya sekitar 16,62 persen atau senilai US$229,44 juta dilakukan melalui pelabuhan di luar wilayah Lampung.

Amerika Serikat menjadi negara tujuan ekspor utama dengan kontribusi sebesar 15,16 persen, diikuti oleh Tiongkok dan Pakistan. Kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati tetap menjadi komoditas primadona yang paling banyak diminati oleh pasar di negara-negara tujuan tersebut.

Statistisi Ahli Muda BPS Lampung, M. Sabiel Adi Prakasa, merincikan bahwa lemak dan minyak hewan menyumbang pangsa ekspor terbesar dengan nilai US$658,69 juta sepanjang triwulan pertama. Komoditas lain yang turut menopang kinerja ekspor adalah bahan bakar mineral serta kelompok kopi, teh, dan rempah-rempah.

"Neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada Maret 2026 kembali mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar US$263,20 juta," ujar M. Sabiel Adi Prakasa, Rabu 6 Mei 2026.

Di sisi lain, nilai impor Lampung pada Maret 2026 tercatat sebesar US$125,21 juta, turun sebesar 24,55 persen secara tahunan. Penurunan signifikan terlihat pada angka kumulatif impor Januari-Maret 2026 yang anjlok hingga 54 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Amerika Serikat dan Tiongkok juga mendominasi sebagai negara asal impor terbesar dengan komoditas utama berupa peralatan kereta api serta mesin mekanis. Secara keseluruhan, komoditas impor terbesar pada awal tahun 2026 meliputi bagian-bagian kereta api, ampas industri makanan, dan pupuk.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....