DDII Lampung Ajak Kolaborasi Hadapi Judi Online dan Krisis Moral

  • 25 Apr 2026 12:26 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII) Provinsi Lampung KH Muhammad Yani Marjas mengungkapkan keprihatinan mendalam atas maraknya praktik judi online yang kini mulai menyasar kalangan anak-anak. Data menunjukkan transaksi dari aktivitas terlarang tersebut telah mencapai angka yang sangat fantastis sehingga memerlukan perhatian serius dari seluruh aktivis dakwah dan pemerintah.

Kondisi tersebut dinilai sangat miris mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang memiliki banyak lembaga keagamaan. Selain persoalan judi, isu penyebaran perilaku LGBT di wilayah Lampung juga menjadi fokus utama organisasi dalam melakukan audiensi dengan para wakil rakyat guna mendorong terciptanya payung hukum yang tegas.

Tugas untuk melaksanakan amar ma'ruf nahi munkar atau mengajak pada kebaikan dan mencegah kemungkaran tidak mungkin bisa dijalankan secara perorangan oleh para ulama. Oleh karena itu, DDII Lampung menekankan pentingnya pembentukan kelompok atau organisasi yang terstruktur guna menghadapi berbagai kemungkararan yang semakin nyata di tengah masyarakat.

Ketua DDII Provinsi Lampung KH Muhammad Yani Marjas mengatakan dakwah harus dikerjakan secara bersama-sama melalui kolaborasi erat antarberbagai organisasi kemasyarakatan. Ia telah melakukan silaturahmi ke berbagai lembaga seperti Muhammadiyah dan Baznas guna memastikan gerakan dakwah di Lampung memiliki kekuatan yang solid serta tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kita ingin bagaimana dakwah ini dikerjakan bersama-sama dan kolaborasi karena jika dilakukan sendiri tentu akan berat bagi kita semuanya,” ujar KH Muhammad Yani Marjas, pada Sabtu 25 April 2026.

Sinergi tersebut tidak hanya terbatas pada sesama ormas Islam, tetapi juga mencakup unsur pimpinan daerah mulai dari Pemerintah Provinsi, Polda, hingga jajaran Kodam. DDII Lampung menyatakan kesiapan untuk menghidupkan kembali kerja sama strategis seperti program satu desa satu dai yang pernah dijalankan bersama kepolisian di masa lalu.

Kepada jajaran pengurus kabupaten dan kota yang baru dilantik, Yani Marjas berpesan agar mereka segera bergerak ke daerah-daerah pelosok yang rentan terhadap persoalan ekonomi dan aqidah. Para pengurus diminta untuk tidak sekadar memegang surat keputusan, melainkan aktif turun ke lapangan guna membentengi umat dari pengaruh negatif yang merusak moralitas.

Khusus untuk jajaran muslimat, peran ibu-ibu dinilai sangat krusial dalam mendidik generasi muda agar memiliki karakter islami sejak dini melalui pengelolaan majelis taklim. Penguatan pendidikan keluarga menjadi kunci utama agar anak-anak di Lampung tumbuh menjadi generasi yang tangguh dan tidak mudah terpengaruh oleh krisis moral global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....