BBWS Lampung Siapkan 49 Juta Kubik Air untuk Masa Tanam II
- 17 Apr 2026 13:36 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung tengah melakukan perhitungan cermat terhadap ketersediaan cadangan air guna mendukung keberhasilan Masa Tanam dua (MT II) di Provinsi Lampung. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mitigasi terhadap potensi kekeringan ekstrem yang dapat mengancam produktivitas lahan pertanian dalam beberapa bulan ke depan.
Sistem pengelolaan air dilakukan secara bertahap atau cascade mulai dari Bendungan Batutegi sebagai reservoir utama menuju Bendungan Way Sekampung hingga ke hilir di Margatiga. Pengaturan debit air yang sangat ketat menjadi kunci utama agar seluruh jaringan irigasi tetap mendapatkan suplai yang cukup meskipun kondisi elevasi bendungan sedang mengalami penurunan.
BBWS memproyeksikan total ketersediaan air yang dapat disiapkan untuk mendukung kebutuhan petani pada periode musim tanam ini mencapai angka 49 juta meter kubik. Cadangan air tersebut akan diprioritaskan sepenuhnya bagi sektor pertanian demi menjaga ketahanan pangan daerah di tengah anomali cuaca El Nino Godzilla.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung Elroy Koyari mengatakan pihak balai berkomitmen mengoptimalkan sisa debit air yang tersedia dari sistem bendungan bertingkat untuk melayani area persawahan. Ia menekankan perhitungan ini telah disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan termasuk kebijakan penghentian pasokan air untuk pembangkit listrik.
“Kita usahakan sampai MT II itu kita bisa siapkan air kurang lebih dengan 49 juta meter kubik untuk di musim tanam dua hingga selesai,” ujar Elroy Koyari, Jumat 17 April 2026.
Layanan irigasi dari kolaborasi Bendungan Batutegi dan Way Sekampung diprediksi mampu menjangkau luasan lahan hingga tiga puluh dua ribu hektare sampai akhir tahun. Meski demikian, pihak balai tetap mengimbau para petani untuk tetap waspada mengingat asumsi debit air masuk atau inflow dianggap nol akibat ketiadaan curah hujan.
Koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota terus diperkuat guna memastikan distribusi air di tingkat tersier berjalan secara adil dan merata bagi seluruh kelompok tani. Optimalisasi sarana pendukung seperti sumur bor juga terus didorong bagi wilayah-wilayah yang tidak terjangkau sepenuhnya oleh sistem irigasi bendungan utama.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....