Harga Plastik Melonjak, Pedagang di Pasar Bernung Ubah Cara Jualan

  • 06 Apr 2026 13:58 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kenaikan harga plastik di Pasar Bernung, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mulai mengubah kebiasaan pedagang dalam melayani pembeli. Lonjakan harga yang terjadi sejak lebih dari dua pekan terakhir membuat pedagang harus mencari cara untuk menekan penggunaan plastik.

Salah satu pedagang cemilan atau snack kiloan, Susi, mengaku kenaikan harga plastik sangat berdampak pada usahanya. Ia menyebut, selama ini menggunakan plastik jenis OP sebagai kemasan utama produknya.

“Saya jualan makanan, plastiknya harus pakai plastik OP. Tapi karena mahal, jadi diganti ke plastik asoy. Cuma nggak enak juga sama pelanggan, karena biasanya pakai plastik OP sekarang jadi plastik asoy,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Kenaikan harga plastik OP yang mencapai hingga Rp45 ribu per kilogram, bahkan Rp50 ribu untuk eceran, membuat pedagang makanan harus beradaptasi agar tetap bisa berjualan tanpa menaikkan harga produk secara signifikan.

Hal serupa juga disampaikan pedagang sayuran di pasar tersebut. Mereka mulai mengurangi penggunaan plastik dalam setiap transaksi dan memilih cara sederhana dalam mengemas barang dagangan.

“Sekarang kalau beli sayur, jarang dikasih plastik, paling cuma diikat saja karena plastiknya mahal. Kalau seperti ini terus, bisa-bisa pembeli disuruh bawa plastik sendiri dari rumah, sudah seperti belanja di minimarket,” ujar salah satu pedagang.

Perubahan ini menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan penunjang seperti plastik turut memengaruhi pola jual beli di pasar tradisional. Tidak hanya pedagang, pembeli juga mulai menyesuaikan diri dengan kondisi tersebut.

Pedagang berharap harga plastik dapat segera stabil agar pelayanan kepada pembeli bisa kembali normal tanpa harus mengurangi kualitas kemasan maupun kenyamanan berbelanja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....