Harga Minyak Naik, Warga Pesawaran Kurangi Konsumsi dan Pilih Berhemat
- 06 Apr 2026 11:20 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung - Kenaikan harga minyak goreng subsidi merek Minyak Kita di Pasar Bernung, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, mulai berdampak pada daya beli dan pola konsumsi masyarakat. Harga yang kini mencapai Rp22 ribu per liter membuat warga harus lebih selektif dalam menggunakan minyak goreng untuk kebutuhan sehari-hari. Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita yang telah di tetapkan pemerintah di tingkat konsumen akhir adalah Rp15.700 per liter.
Sejumlah warga mengaku mulai mengurangi aktivitas menggoreng dan beralih pada metode memasak lain sebagai upaya menghemat pengeluaran rumah tangga. Kenaikan harga ini dirasakan cukup memberatkan, terutama bagi keluarga dengan kebutuhan konsumsi harian yang tinggi.
Salah satu pembeli, Ayu, mengatakan dirinya kini harus lebih bijak dalam menggunakan minyak goreng. “Sekarang harga minyak makin naik, jadi harus berhemat kalau mau goreng-goreng,” katanya.
Tidak hanya soal harga, masyarakat juga menyoroti kualitas minyak goreng yang dinilai tidak selalu konsisten meskipun berasal dari merek yang sama. Hal ini menambah kekhawatiran konsumen terhadap produk yang dibeli.
“Harganya naik, tapi kadang kualitasnya kurang bagus. Soalnya beda-beda produksinya walaupun satu merek Minyak Kita,” tambahnya.
Kondisi ini membuat masyarakat berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah, baik dalam menjaga stabilitas harga maupun memastikan kualitas minyak goreng subsidi tetap sesuai standar.
Warga juga berharap distribusi dapat kembali lancar sehingga harga dapat kembali normal dan tidak terus membebani kebutuhan ekonomi rumah tangga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....