Mengenal Sampah Antariksa, Fenomena Benda Bercahaya di Langit Lampung

  • 05 Apr 2026 13:23 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandarlampung – Fenomena benda bercahaya yang melintasi langit Lampung pada Sabtu malam memberikan pelajaran berharga mengenai aktivitas manusia di luar angkasa. Secara saintifik, kilatan cahaya tersebut merupakan hasil dari proses masuknya kembali objek buatan manusia ke lapisan atmosfer bumi atau yang dikenal dengan istilah re-entry.

Objek yang teridentifikasi sebagai bekas badan roket ini bergerak dengan kecepatan ribuan kilometer per jam saat menyentuh lapisan udara terluar. Kecepatan ekstrem tersebut memicu gaya gesek yang sangat besar sehingga menghasilkan panas luar biasa dan membuat material roket terbakar hingga memancarkan cahaya terang.

Kepala Pusat Observatorium Astronomi Itera Lampung (OAIL) Annisa Novia Indra Putri menjelaskan proses ionisasi ini sebenarnya melindungi bumi dari ancaman benda jatuh. Sebagian besar komponen sampah antariksa akan habis terbakar atau hancur menjadi butiran debu sebelum sempat mencapai permukaan tanah.

Analisis data menunjukkan material sisa roket buatan tahun dua ribu dua puluh lima tersebut diprediksi jatuh di area perairan Samudera Hindia. Pemilihan orbit pembuangan ke wilayah laut merupakan standar keamanan internasional guna meminimalisir risiko dampak terhadap pemukiman penduduk di daratan.

“Berdasarkan database sampah antariksa, kami memperkirakan benda bercahaya tersebut merupakan bagian badan roket buatan Cina,” ujar Annisa, Minggu 5 April 2026.

Keberadaan sampah antariksa kini menjadi tantangan global seiring semakin banyaknya peluncuran satelit untuk kebutuhan telekomunikasi dan riset. Para astronom di seluruh dunia terus melakukan pemantauan rutin terhadap ribuan objek mati yang masih mengorbit bumi agar jalur penerbangan antariksa tetap aman.

Edukasi mengenai perbedaan antara meteor alami dan sampah antariksa sangat penting bagi peningkatan literasi sains masyarakat di Lampung. Pemahaman yang tepat terhadap fenomena langit akan membantu warga dalam menyikapi setiap peristiwa astronomi secara tenang serta berbasis data ilmiah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....