Inflasi Lampung Maret 2026 Terjaga 0,19 Persen di tengah Ramadan
- 02 Apr 2026 15:06 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Bandarlampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada periode Maret 2026 tetap terkendali. Bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan, Bumi Ruwa Jurai mengalami inflasi bulanan yang cukup rendah yakni sebesar 0,19 persen.
Capaian angka inflasi tersebut jauh lebih stabil dibandingkan dengan kondisi pada Maret tahun sebelumnya. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang andil terbesar terhadap kenaikan harga konsumen di tengah meningkatnya permintaan pasar.
Daging ayam ras terpantau menjadi komoditas utama pemicu inflasi bersama dengan bensin serta telur ayam ras. Sebaliknya, penurunan harga pada komoditas cabai merah dan tomat berperan penting dalam menetralisir laju inflasi secara keseluruhan.
Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung M. Sabiel Adie Prakasa mengungkapkan tekanan inflasi di wilayah Lampung saat ini masih dalam kategori sangat aman. Ia menilai ketersediaan pasokan pangan yang cukup selama masa Ramadan menjadi faktor kunci terjaganya stabilitas harga di pasar.
| Baca juga: BUMDes Wonomarto Kelola Unit Pakan |
“Perkembangan harga konsumen di Provinsi Lampung pada Maret 2026 menunjukkan tekanan inflasi yang terkendali, baik secara bulanan maupun tahunan,” ujar M. Sabiel, Kamis 2 April 2026.
Secara tahunan, Provinsi Lampung mencatatkan angka inflasi sebesar 1,16 persen dengan kelompok perumahan serta tarif listrik sebagai pendorong utama. Kota Metro tercatat mengalami inflasi tahunan tertinggi, sementara Kabupaten Lampung Timur menjadi wilayah dengan angka terendah.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat pengawasan distribusi barang pokok guna mengantisipasi gejolak harga menjelang hari raya Idulfitri. Koordinasi antarinstansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) tetap menjadi prioritas guna menjaga daya beli masyarakat Lampung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....