Khidmat, Warga Muhammadiyah di Pesawaran Gelar Salat Id

  • 20 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran - Warga Muhammadiyah di Kabupaten Pesawaran melaksanakan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah pada Jumat 20 Maret 2026 di berbagai titik yang tersebar di sejumlah kecamatan. Pelaksanaan ibadah berlangsung khidmat dengan suasana kebersamaan yang kental di tengah masyarakat.

Sejak pagi, warga tampak memadati lapangan dan masjid di wilayah masing-masing. Usai salat, tradisi saling bersalaman dan halal bihalal menjadi momen yang mempererat silaturahmi antarwarga. Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Pesawaran, Nurdin, mengatakan pelaksanaan Salat Id hampir digelar di setiap cabang dan ranting Muhammadiyah, meski jumlah titik berbeda di tiap wilayah.

“Di hampir setiap cabang atau ranting di kecamatan kita melaksanakan Salat Idul Fitri, hanya saja jumlah titiknya tidak sama,” ujar Nurdin.

Ia menjelaskan, di Kecamatan Negeri Katon terdapat tiga titik pelaksanaan, yakni di Desa Purworejo, Lumbirejo, dan Sidomulyo. Sementara di Kecamatan Tegineneng terdapat sekitar empat titik. Adapun di Kecamatan Gedong Tataan, pelaksanaan Salat Id dipusatkan di kompleks Perguruan Muhammadiyah Penengahan karena jumlah jamaah di tiap desa tidak merata.

“Biasanya dipusatkan di kompleks Muhammadiyah Gedong Tataan karena tidak semua desa memiliki jumlah jamaah yang banyak,” katanya.

Di sejumlah wilayah lain seperti Kedondong dan sekitarnya, pelaksanaan juga dilakukan di beberapa titik sesuai dengan kondisi jamaah setempat. Suasana Lebaran di Pesawaran pun terasa hangat. Salah seorang warga, Isin Nasari, mengaku bersyukur dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga dan masyarakat di kampung halamannya.

“Salat Id hari ini terasa sangat harmonis. Setelah itu dilanjutkan dengan halal bihalal, jadi suasananya semakin hangat,” ujarnya.

Dalam momentum Idul Fitri ini, Nurdin mengajak umat Islam untuk tetap menjaga persatuan meskipun terdapat perbedaan dalam penentuan hari raya.

“Yang harus ditumbuhkan adalah kesadaran untuk membangun persatuan. Perbedaan ini adalah hal yang biasa dan tidak perlu diperdebatkan, karena masing-masing memiliki dasar,” katanya.

Ia menegaskan perbedaan tersebut merupakan bagian dari ikhtilaf atau perbedaan yang dibolehkan dalam Islam, selama tidak mengarah pada perpecahan.

“Yang tidak diinginkan adalah perbedaan yang membawa perpecahan. Ini yang harus dihindari,” ucapnya.

Nurdin berharap umat Islam semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan serta tetap menjaga persatuan demi menghadapi berbagai tantangan ke depan, baik bagi umat maupun bangsa. Perayaan Idul Fitri tahun ini pun menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali ke fitrah, mempererat kebersamaan, serta memperkuat nilai-nilai toleransi di tengah perbedaan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....