Tradisi Prepegan Picu Lonjakan Pengunjung, Polisi Siaga di Sejumlah Pasar
- 19 Mar 2026 17:42 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID, Pringsewu - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, denyut aktivitas di sejumlah pasar di Kabupaten Pringsewu terasa kian cepat. Sejak pagi hingga malam, warga berbondong-bondong memadati lapak-lapak pedagang, berburu kebutuhan Lebaran. Pemandangan ini tampak di Pasar Gadingrejo, Pasar Ambarawa, hingga Pasar Pagelaran, Kamis 19 Maret 2026.
Fenomena ini bukan hal baru. Warga setempat mengenalnya sebagai tradisi prepegan momen ketika masyarakat ramai-ramai berbelanja menjelang Lebaran. Dari bahan pokok, daging, hingga pakaian dan kue kering, semua diburu dalam waktu yang hampir bersamaan.
Di sela hiruk-pikuk itu, pedagang musiman ikut meramaikan suasana. Mereka mengisi sudut-sudut pasar dengan berbagai dagangan tambahan, memperluas pilihan sekaligus menambah kepadatan. Aroma daging segar, tumpukan pakaian baru, hingga deretan toples kue kering menjadi potret khas yang hanya muncul menjelang hari raya.
Lonjakan aktivitas ini tak hanya terasa di dalam pasar, tetapi juga merembet ke jalanan sekitar. Arus lalu lintas di sejumlah titik terpantau lebih padat dari biasanya, terutama pada jam-jam sibuk. Mengantisipasi kondisi tersebut, jajaran Kepolisian Resor Pringsewu menyiagakan personel di sejumlah lokasi pasar dan titik rawan kemacetan.
Kasi Humas Polres Pringsewu AKP Priyono, mewakili Kapolres AKBP M. Yunnus Saputra, mengatakan pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap merasa aman dan nyaman saat berbelanja.
“Menjelang Idul Fitri ini aktivitas masyarakat meningkat signifikan, khususnya di pasar-pasar. Kami menempatkan personel untuk pengamanan sekaligus pengaturan lalu lintas,” ujar Priyono.
Menurut dia, pengawasan tidak hanya difokuskan pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga untuk mencegah potensi gangguan keamanan seperti pencopetan maupun tindak kriminal lainnya.
Di tengah keramaian itu, para pedagang merasakan berkah tersendiri. Suyanto (45), pedagang daging di Pasar Gadingrejo, mengaku penjualannya meningkat tajam dibanding hari biasa.
“Biasanya sehari sekitar 20 kilogram, sekarang bisa dua kali lipat. Memang ini momen yang paling ditunggu,” katanya.
Sementara itu, Rina (34), salah seorang warga, memilih datang lebih awal untuk menghindari puncak keramaian.
“Kalau sudah dekat Lebaran biasanya makin penuh. Sekarang saja sudah ramai. Tapi karena ada polisi yang mengatur, jadi lebih tertib,” ujarnya.
Tradisi prepegan pun kembali menghadirkan wajah khas menjelang Lebaran: pasar yang riuh, jalanan yang padat, dan harapan masyarakat menyambut hari raya dengan segala persiapannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....